Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Tersangka Sindikat MCA Terancam Penjara 3 Kali lipat lebih Berat dari Jonru Ginting

InfoinNews.com - Dittipid Siber Bareskrim Polri telah menangkap 6 orang tersangka dalam sindikat kelompok MCA.

Brigjen Pol Fadil Imran menjelaskan bila kelompok jaringan MCA terbagi ke dalam dua kelompok yaitu Cyber Moeslim Defeat Hoax dan The Family Team Cyber.

Tersangka Sindikat MCA Terancam Penjara 2,5 Kali lipat lebih Berat dari Jonru Ginting

Cyber Moeslim Defeat Hoax berfungsi untuk melakukan penggiringan opini publik untuk menenangkan isu tertentu.

"Dan The Family Team Cyber yang berisi orang yang memiliki pengaruh di dalam grup-grup lainnya untuk mengatur dan merencanakan sebuah berita agar dapat diviralkan secara terstruktur," ujarnya disalin dari laman Merdeka.

Baca juga: (Fadli Zon Sindir Jokowi: Mukanya Kerakyatan, Tapi isinya Liberal Kapitalistik)

"Sniper grup rahasia, 177 member adminnya ada di belakang saya, yaitu The Family MCA. Tugas mereka melakukan report akun-akun lawan, untuk dilakukan take down atau menyebar virus agar tidak bisa operasikan gadget, dan kontra narasi isu-isu kelompok lawan. Mereka berperan sebagai tim sniper dan inti. Dapur dari MCA para tersangka di belakang saya," sambungnya.

Di dalam group MCA, tak sembarangan orang bisa bergabung ke dalamnya.

"Ini orang-orang tertentu yang lolos. Mereka dibayar masuk ke The Family MCA. Kami melakukan penangkapan di enam kota di seluruh Indonesia. Member total sendiri ada ratusan ribu lebih dengan admin 20 orang," ungkapnya.

Baca juga: (Ini Dua Benda Kesayangan Menteri Budi Karya Dilelang)

Tersangka terjerat pasal yang cukup berat, yaitu:

"Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal Juncto Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 33 UU ITE"

"Dipidana penjara 6 tahun dan denda 1 M. Kami juga kenakan Pasal 33," tutup Fadil.

Tuntutan Hukum terhadap Jonru Ginting

Terdakwa kasus ujaran kebencian, Jonru Ginting dituntut dua tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Terdakwa melakukan beberapa perbuatan dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditunjukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan, baik secara individu atau kelompok," terang jaksa Zulkipli disalin dari laman Kompas.

Jonru Ginting dalam Sidang

Baca juga: (Ketua MUI minta Jokowi berikan Grasi untuk Abu Bakar Ba'asyir)

Tuntutan terhadap Jonru menyebutkan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat (2) UU ITE dan menjatuhkan pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.