5 Tahun Gabung MCA, Kemampuan IT Dosen Penyebar Hoaks Mirip di Film-film 'Hacker'

shares

InfoinNews.com - Polisi kembali mengungkapkan fakta baru soal tersangka oknum dosen penyebar hoaks berinisial TAW (40).

"Pengakuannya baru saja bergabung, hanya saja kami tidak percaya tanpa alat bukti. Kami eksplor dari dia dan mendapatkan gadget yang dia punya. Kalau berdasarkan gadget, mungkin dia sudah empat sampai lima tahun gabung di situ (MCA)," terang Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Umar Surya Fana disalin dari laman Kompas.

5 Tahun Gabung MCA, Kemampuan IT Dosen Penyebar Hoaks Mirip di Film-film 'Hacker'

Umar menjelaskan bahwa dosen ini cukup mengetahui sistem IT karena pada waktu menyebarkan berita hoax, sang dosen menggunakan 'Mirror Link System'.

Baca juga: (Dugaan Aliran Dana dan Keterkaitan Ormas terhadap MCA, Bareskrim Bilang Begini)

Menurut informasi yang didapatkan, sistem tersebut adalah sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna smartphone bisa terhubung pada Head Unit (HU). Kemudian, dengan adanya internet, dapat terkoneksi di sejumlah perangkat komputer.

MirrorLink is a device interoperability standard that offers integration between a smartphone and a car's infotainment system. MirrorLink transforms smartphones into automotive application platforms where apps are hosted and run on the smartphone while drivers and passengers interact with them through the steering wheel controls, dashboard buttons and touch screens of their car's In-Vehicle Infotainment (IVI) system.

MirrorLink utilizes a set of well-established, non-proprietary technologies such as IP, USB, Wi-Fi, Bluetooth, Real-Time Protocol (RTP, for audio) and Universal Plug and Play (UPnP). In addition, MirrorLink uses Virtual Network Computing (VNC) as the baseline protocol to display the user interface of the smartphone applications on the infotainment system screens and to communicate user input back to the mobile device. - Wikipedia

"Dalam satu jam dia bisa reposisi dari Yogya, Jakarta, Bandung dan Sumedang. Dalam satu jam. Kalau secara fisik enggak mungkin reposisi Yogya, Jakarta dan Bandung dalam satu jam. Nah itulah dunia maya," jelasnya.

Baca juga: (Program DP 0 Rupiah Bukan Rumah Tapak Tetapi Rusun)

Ia mengatakan bila cara tersebut cukup menyulitkan penyidik untuk melacak permasalahannya.

"Penyidik jadi terbarier (terhalangi) menangkap ke permasalahannya," terangnya.

Related Posts