Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

AHY Diisukan Ditolak Jokowi jadi Cawapres, SBY: 'Saya merasa terlukai dan menganggu hubungan baik saya dengan Jokowi'

InfoinNews.com - Mantan Presiden SBY memberikan bantahan keras mengenai isu yang menyodorkan nama AHY sebagai Cawapres di Pilpres 2019.

Seperti diketahui bahwa belakangan ini beredar isu kalau nama AHY disodorkan sebagai cawapres pendamping Jokowi, namun ditolak.

AHY Diisukan Ditolak Jokowi jadi Cawapres, SBY: 'Saya merasa terlukai dan menganggu hubungan baik saya dengan Jokowi'

“Berita itu sangat tidak benar. Tidak pernah saya berbicara ke Pak Jokowi seperti itu,” tukas SBY disalin dari laman Tribun.

Baca juga: (Eza 'Si Koboi' Todongkan Senjata di Tol untuk Gaya-gayaan saja)

SBY menegaskan bahwa telah bertemu dengan Presiden Jokowi beberapa kali dan tak ada sama sekali pembicaraan mengenai cawapres.

"Tidak pernah seperti itu, bahkan beberapa menteri yang menemui saya, juga tidak pernah ada obrolan saya yang seperti itu," kelakar SBY

SBY pun turut membagikan pengalamannya pada waktu menjadi Presiden dan Calon Presiden beberapa waktu silam.

Baca juga: (6 Kriteria Cawapres Jokowi Versi Buya Syafi'i Ma'arif Bikin Kaget Publik)

"Saya pernah jadi presiden, pernah jadi capres dua kali, kalau saya dulu pernah mempertimbangkan jadi cawapres, kalau ada yang memaksakan saya untuk memilih jadi cawapres tentu saya tidak happy, begitu pula dengan Jokowi, saya mengerti politik, saya mengerti etika politik, apalagi AHY anak saya, masak saya sodor-sodorkan, itu tidak benar," tegas SBY.

SBY menambahkan kalau isu tersebut diharapkan tak berasal dari istana karena bisa merusak hubungannya dengan Jokowi.

"Saya tidak tahu, mudah-mudahan sumbernya bukan dari kalangan istana, atau mereka yang dekat dengan Jokowi," pungkasnya.

"Kalau isu itu muncul dari lingkaran Jokowi, tentu saya merasa terlukai dan menganggu hubungan baik saya dengan Jokowi," sambung  SBY.



Ia turut menjelaskan bahwa dirinya menginginkan puteranya bisa mendapatkan yang terbaik demi masa depan.

"Partai politik manapun, saya kira mengingkinkan, putra terbaiknya jadi presiden atau wakil presiden, tapi permasalahnnya bukan soal keinginnan, tapi demokrtat harus mengkalukulasikan dengan abik, menghitung dengan cermat, di lihat juga elektabilitasnya, dihitung juga suara PT 20 persen sesuai undnag-undang pemilu, kemudian dihitung partai-partai mana saja yang bisa bergabung," ucapnya.

"Tidak bisa seorang tokoh dengan gagah berani memasang fotonya dibaliho, siap jadi capres atau cawapres, demokrat tidak seperti itu," sambung SBY.