Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Amien Rais Tuding Jokowi Ngibul, Menko Luhut Geram, 'Jangan asal, Saya tahu track record-mu, Dosa mu Banyak juga kok'

InfoinNews.com - Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sangat geram dengan pihak yang mengkritik Jokowi dengan asal-asalan.

Hal tersebut dilontarkan olehnya saat menjadi pembicara dalam seminak di Gedung BPK Republik Indonesia.

Amien Rais Tuding Jokowi Ngibul, Menko Luhut Geram, 'Jangan asal, Saya tahu track record-mu, Dosa mu Banyak juga kok'

"Kalau ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin rakyat, apanya yang ngibulin. Dari dulu juga ada pembagian sertifikat tapi prosesnya panjang, lama dan sedikit. Sekarang prosesnya cepat, dan banyak. Lah, salahnya di mana," tegas Luhut.

Baca juga: (Didemo hingga mau Dilengserkan, Inikah Karma Anies-Sandi Kalahkan Ahok dengan Cara tak Semestinya?)

Luhut juga turut membicarakan tentang banyaknya tudingan bila Jokowi beserta jajarannya memberi angin segar terhadap PKI.

"Jangan bilang kita pro PKI, dimana pro PKI. Saya ikut numpas PKI kok. Saya tentara, saya tau," tukasnya.

Ia pun turut membicarakan soal tudingan bahwa pemerintah telah menjual data masyarakat untuk asing.

Baca juga: (TKI Dihukum Pancung, Padahal Presiden Jokowi Pernah bilang begini ke Raja Salman)

"Tidak akan pernah kita lacurkan profesionalisme kita," tegasnya lagi.

Bahkan, Ia pun turut mengancam pihak yang diketahui asal-asalan kritik Jokowi dan pemerintah. Ia menyindir bahwa orang itu punya banyak dosa di masa lampau.

"Jangan asal kritik aja. Saya tahu track record-mu kok. Background saya spion juga," ucap Luhut.

"Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosa mu banyak juga kok. Udah lah, diam aja lah. Jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu, memang kamu siapa?" sindirnya lagi.

Baca juga: (Minta Warga dan Nelayan tak Buang Sampah ke Teluk, Sandiaga takut Tangan PPSU Terluka akibat Benda Tajam)

Sebelumnya diketahui bahwa Amien Rais memberikan kritikan keras yang mungkin bisa disebut asal-asalan.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" terang Amien.