Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Anies Baswedan keluarkan Ultimatum, Ancamannya pun Bikin Ngeri!

InfoinNews.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku akan memberikan sanksi tegas kalau pemilik dari Hotel Alexis tak menutup operasional Hotel.

Ia menegaskan bila pihaknya telah mengirimkan surat untuk pengelola Hotel Alexis, PT Grand Ancol Hotel.

Anies Baswedan keluarkan Ultimatum, Ancamannya pun Bikin Ngeri!

Surat tersebut berisi bahwa telah berlaku pencabutan tanda usaha pariwisata (TDUP) perusahaan hotel Alexis.

Baca juga: (Ketemu Driver Ojol, Ini Perintah 'Sakti' Presiden Jokowi ke Dua Menteri Sekaligus)

"Dalam surat itu disampaikan bahwa PT Grand Ancol Hotel diberi waktu sampai dengan besok, Rabu (28/3) untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha pariwisatanya. Besok itu diberi waktu lima kali 24 jam," terang Anies disalin dari laman Detik.

Kalau tak digubris, Anies menegaskan bahwa pihak dari Pemprov akan melakukan penindakan secara nyata.

"Kita berharap PT Grand Ancol Hotel untuk menaati keputusan Pemprov DKI. Dan kita memberi waktu sampai dengan besok, insya Allah sesudah itu kita akan bertindak, bila belum lakukan pentupan," tukas Anies.

Baca juga: (Ada Kabar Buruk untuk Cak Imin, Namanya Tergantikan oleh Sosok Kharismatik ini)

Langkah tersebut diambil usai Pemprov melakukan pemeriksaan atas semua laporan yang terjadi di Hotel tersebut. Praktik-praktik yang dianggap melanggar Perda, khususnya pada Pasal 14 Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Kepariwisataan.

"Bermula dari laporan yang dimuat oleh majalah, kemudian kita tindaklanjuti, kita investigasi lengkap, mengumpulkan seluruh informasi sumber-sumber dan sampai pada kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggan Perda," ucap Anies.

Anies juga dengan lantang menegaskan bila Pemprov DKI Jakarta tak akan pandang bulu untuk pelanggaran setiap Perda.

"Anak-anak kita, generasi muda kita rusak kena praktik-praktik narkoba. Karena itu, kita mengambil sikap tegas, jelas, sekaligus mengirimkan pesan pada semua jangan teruskan praktek-praktek seperti ini," terangnya.

Baca juga: (Gubernur DKI Diserang, Ketum PAN: 'Kami akan Bela Anies!', Semua Kaget saat Tahu Alasannya)


PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA
NOMOR 6 TAHUN 2015 TENTANG KEPARIWISATAAN

Pasal 14

Setiap pengusaha pariwisata berkewajiban:
a. menjaga dan menghormati norma agama, budaya, dan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat setempat;
b. memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab;
c. memberikan pelayanan yang tidak diskriminatif;
d. memberikan kenyamanan, keramahan, perlindungan keamanan, dan keselamatan wisatawan;
e. memberikan perlindungan asuransi pada wisatawan terhadap kegiatan berisiko tinggi yang dapat dipertanggungjawabkan;
f. mengembangkan kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan koperasi setempat yang saling memerlukan, memperkuat, dan menguntungkan;
g. mengutamakan penggunaan produk masyarakat setempat, produk dalam negeri, dan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal;
h. meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan dan pendidikan;
i. menjalani sertifikasi rutin di dalam memenuhi standar usaha dan standar kompetensi;
j. berperan aktif dalam upaya pengembangan prasarana dan program pemberdayaan masyarakat;
k. turut serta mencegah segala bentuk perbuatan yang melanggar kesusilaan dan kegiatan yang melanggar hukum di lingkungan tempat usahanya;
l. memelihara lingkungan yang sehat, bersih, dan asri;
m. memelihara kelestarian lingkungan alam dan budaya daerah;
n. menjaga citra negara dan bangsa Indonesia melalui kegiatan usaha kepariwisataan secara bertanggung jawab;
o. menerapkan standar usaha dan standar kompetensi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan;
p. menyampaikan laporan setiap tahunnya kepada Pemerintah Daerah;
q. memenuhi persyaratan dalam hal mempekerjakan tenaga asing;
r. khusus pengusaha tempat hiburan malam wajib melakukan pencegahan terhadap pengunjung di bawah umur masuk ke tempat usahanya;
s. mencegah pengunjung dibawah umur 21 (dua puluh satu) tahun membeli dan mengkonsumsi minuman beralkohol di lingkungan tempat usahanya; dan
t. mengawasi dan melaporkan apabila terjadi transaksi dan atau penggunaan/konsumsi narkoba dilingkungan tempat usahanya.  (ref)