Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Arseto Resmi Dipolisikan, Terancam 4 Tahun Penjara, Denda Rp750 juta

InfoinNews.com - Arseto Pariadji yang sempat menjadi viral di sosial media resmi dilaporkan ke pihak Kepolisian.

Arseto diketahui telah dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik lewat ITE yang menyinggung nama Presiden Jokowi.

Arseto Resmi Dipolisikan, Terancam 4 Tahun Penjara, Denda Rp750 juta

Ketua Umum Joman (Jokowi Mania), Immanuel Ebenezer menegaskan bahwa pernyataan Arseto mengenai undangan yang dijual seharga Rp25 juta sangat tidak berdasar.

Baca juga: (Terungkap! 3 Alasan PK Ahok Ditolak Versi MA)

Ia pun meminta Arseto untuk bisa memberikan bukti tentang apa yang diucapkan olehnya.

"Kalau dia punya bukti, silakan bukti. Kita berharap apa yang diucapkan, (itu) dilaporkan. Ada ormas sebutkan namanya, biar kita bersih di dalam relawan Jokowi," ucap Immanuel disalin dari laman Detik.

Immanuel menegaskan bahwa dirinya tak mempermasalahkan bila Arseto punya pandangan politik yang berbeda.

"Ya kalau punya pandangan dan berpikir politik berbeda, silakan tidak apa-apa," terangnya.

Walau Arseto telah mengucapkan permohonan maaf, namun Ia menegaskan bahwa jalur hukum akan terus berjalan.

Baca juga: (PK Ahok Ditolak, Begini Tanggapan Monohok Haji Lulung)

"Kebetulan Arseto ini ada vlog beberapa kali sampai terakhir kita lihat minta maaf. Kita maafkan tapi perbuatannya ada dampak hukum, jadi proses hukum tetap jalan," pungkasnya.

Laporan terhadap Arseto diketahui terlapor dengan nomor TBL/1673/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 28 Maret 2018.

Adapun kasus yang dilaporkan merupakan pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Seperti yang disalin dari laman BP Riau, berikut bunyi pasal yang dimaksud:

Pasal 27 Ayat 3 berbunyi "Ketentuan pada ayat ini mengacu pada ketentuan pencemaran nama baik dan/atau fitnah yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)".

Pasal 45 Ayat 3 berbunyi "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)".

Baca juga: (PAN Isyaratkan Dukung Jokowi di Pilpres 2019, Apa Kabar Amien Rais?)

Jubir Presiden Jokowi, Johan Budi menegaskan bahwa isu mengenai adanya jual-beli undangan pernikahan anak Jokowi tidaklah benar.

"Tentu saja tidak benar," ucap Johan.

Adapun berikut adalah cuplikan pernyataan dari Arseto yang sempat menjadi viral di sosial media, berikut ulasannya:

"Gua buka ke publik ya, gua laporin ke Polda sekarang, waktu Jokowi kawinan undangan Jokowi itu dijualin 25 juta satu undangan sama orang-orang pendukung Jokowi, ditawarkan itu gue, cuiih amit-amit gue. Dasar lu koruptor semua koruptor, gua Arseto mau ape lu? Mau nge-bully gue, nge-bully, lu, emang lu koruptor, emang lu penjahat semua. Pendukungnya sama presidennya semua sama kok, orang gila semua itu, main proyek, emang bajingan---bajingan, setan----setan itu. Beneran, dan Jokowi udah tambah kaya sekarang, bisa bayar semua, ini orang udah kelewatan, itu boneka saja di belakangnya semua main korupsi yang bawa undangan 25 juta udah gila---gilaan mereka."