Arseto Resmi jadi Tersangka, Kasusnya bukan soal Undangan Rp25 Juta, Tapi lebih Gawat

shares

InfoinNews.com - Polda Metro Jaya telah resmi menetapkan Arseto Pariadji sebagai tersangka di dalam kasus dugaan hate speech.

Arseto telah diduga menyebarkan rasa permusuhan lewat postingannya di sosial media hingga menjadi viral.

Arseto Resmi jadi Tersangka, Kasusnya bukan soal Undangan Rp25 Juta, Tapi lebih Gawat

"Sudah (tersangka)," tegas AKBP Roberto Pasaribu di Polda Metro Jaya disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Arseto Resmi Ditangkap Polisi, Ternyata Mantan Narapidana, Barang Berbahaya ini Ditemukan dalam Mobilnya)

Roberto menjelaskan bahwa proses hukum terhadap Arseto tak berdasarkan laporan dari relawan Jokowi Mania atau Joman.

Penetapan ini merupakan tindak lanjut dari sebuah laporan yang dilakukan oleh salah satu lembaga keagamaan pada tanggal 26 Maret 2018 kemarin.

"(Pelapor) salah satu lembaga keagamaan yang dilakukan ujaran kebenciannya tapi pelapornya dari individu. Besok saja," tukasnya.

Baca juga: (Buntut Panjang Isu Undangan Rp25 Juta, Arseto Menyerahkan Diri ke Polisi)

Ia juga menjelaskan bila tulisan dari Arseto diunggah pada 25 Maret kemarin di facebook mempunyai inti sebagai bentuk tudingan salah satu kelompok keagamaan yang punya hubungan dengan ajaran komunisme.

"Ya dia mengatakan bahwa ada kaitan salah satu kelompok keagamaan ini berkaitan dengan ajaran marxisme dan komunisme," ucapnya.

Kini, Arseto dijerat pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 A ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 ttg Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 ttg ITE dan/atau Pasal 156 KUHP.

Setelah ditelusuri oleh tim InfoinNews.com dari laman Hukum Online, pasal tersebut bisa menghukum terdakwa hingga hukuman 6 tahun penjara.

Berikut salinannya:

"Ancaman pidana dari Pasal 28 ayat (2) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE yaitu pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah)"

Related Posts