Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Denny Siregar Jelaskan Kenapa Felix Siaw lebih Terkenal dari Gus Mus, Jawabannya 'Ngena' Banget ke Hati

InfoinNews.com - Denny Siregar menjadi salah seorang aktivis media sosial yang cukup populer di facebook.

Lewat laman fanspage miliknya, kali ini Ia membahas tentang ketenaran dari Ustaz Felix Siaw yang dianggap melebihi Gus Mus.

Denny Siregar Jelaskan Kenapa Felix Siaw lebih Terkenal dari Gus Mus, Jawabannya 'Ngena' Banget ke Hati

Pada awal cerita, Ia mengatakan bila pertanyaan itu muncul dari salah seorang teman yang kebetulan beragama kristiani.

Baca juga: (Pernyataan 'Menampar' Ruhut Sitompul ini bisa jadi Alasan Prabowo Enggan Deklarasi Nyapres)

"Itu pertanyaan teman saya, seorang Kristen, ketika kami sedang ngopi bersama. Sengaja saya sebut agamanya karena ia sedang mempelajari Islam dari wajah saya yang katanya moderat," tulisnya.

Ia mempertanyakan kembali pertanyaan yang diajukan kepadanya itu tentang apa daasar ukuran dari pernyataan terkenal. Ternyata lantaran follower dan likers di facebook.

Berikut tulisan lengkapnya:

KENAPA SEORANG FELIX SIAW LEBIH TERKENAL DARI GUS MUS ?

Itu pertanyaan teman saya, seorang Kristen, ketika kami sedang ngopi bersama. Sengaja saya sebut agamanya karena ia sedang mempelajari Islam dari wajah saya yang katanya moderat.

"Ukuran terkenal darimana ?" Tanya saya. Dia pun membeberkan jumlah follower Felix Siaw yang bisa mencapai 4 jutaan di facebook saja. Belum lagi setiap kali Siaw buat status, yang ngeshare ratusan.

Bandingkan dengan Gus Mus yang followernya hanya 200 ribuan. Dan yang shares setiap statusnya hanya puluhan.

Ah, begitu rupanya. Saya pun tersenyum sambil seperti biasa menyeruput kopi yang dia belikan untuk saya. Ada hukum yang tidak tertulis disini, kau yang bertanya kau yang membayari..

"Kalau ukuran terkenal dilihat dari jumlah follower dan shares di medsos saja, artis alay di tipi itu kurang terkenal apa. Followernya jutaan, bahkan jauh di atas Siaw. Siaw gada apa-apanya. Bahkan Siaw lebih gada apa-apanya dibandingkan Gus Mus.."

"Loh kok bisa ?" Tanya temanku. "Kan angka berbicara..". Aku ketawa saja. "Ya bolehlah kalau angka di medsos. Tapi tahukah kamu, bahwa Gus Mus sangat dihormati di NU ? Dan tahukah kamu jumlah anggota NU ? Antara 60 juta sampai 80 juta nahdliyin di seluruh wilayah Indonesia. Mereka kenal Gus Mus dan cinta Gus Mus. Mereka banyak yang gak kenal Siaw apalagi mencintainya...

Nah, kira-kira besaran mana follower Gus Mus ma Siaw ?" Tanyaku.

Saya lalu menjelaskan bahwa apa yang Siaw ajarkan sesungguhnya adalah bahasan-bahasan pop yang miskin logika. Tentang pacaran, tentang selfie dan hal-hal kekinian yang ringan tanpa meninggalkan arti yang mendalam.

Dan itu disukai remaja kekinian juga yang suka beragama dengan instan. Cukup mengaji dan senang ketika fatwa halal haram dikeluarkan. Lebih mudah bagi mereka mencernanya daripada berurusan dengan makna-makna yang membutuhkan kedalaman pikiran.

Wajar saja, wong Siaw baru kenal Islam tahun 2000an. Apa yang bisa diharapkan dari seseorang yang sedang belajar agama trus mendadak didaulat jadi pengajar agama ?

Itu seperti anak kelas 5 SD yang dipaksa mengajar anak kelas 1 SD. Ya, pengetahuannya sekitar permukaan saja. Konstruksi berfikirnya belum benar karena itu yang keluar dari bibirnya hanya kulit2 luarnya saja.

Bandingkan dengan Gus Mus yang sudah belajar kemana2 selama puluhan tahun lamanya. Beliau Profesor dalam ilmu agama. Dan keilmuannya diakui oleh orang2 berilmu lainnya, bukan dengan orang2 yang level dibawahnya..

"Bedakan antara mencari pengakuan dan diakui.." Kata saya. "Seorang Gus Mus sudah diakui dan tidak perlu mencari pengakuan lagi. Sedangkan Siaw masih harus terus mencari pengakuan dari orang2 yang tidak mengerti, karena disanalah dirinya eksis..."

Temanku mengerti bahwa ada hal yang tidak diketahuinya yang jauh lebih besar daripada apa yang diketahuinya. Itu juga menjawab pertanyaannya bahwa apa yang dilakukan segelintir orang dengan membawa nama Islam, sama sekali bukan representasi Islam keseluruhan yang jauh lebih besar.

"Itu hanya curut2 yang ingin tampil demi isi perutnya.." kata saya ketika ia dulu bertanya tentang kenapa Islam bisa radikal.

Saya lihat dia puas dengan jawaban saya dan untuk itu harus ada bayarannya. "Bu, kopinya tambah satu lagi dan jangan lupa tahu isinya digoreng lagi.."

Bibir temanku cemberut..

www.dennysiregar.com

Baca juga: (Menteri yang suka 'Ngebanyol' ini Janjikan Mudik Rasa Baru, Dijamin Seru nih Kalau begini)



Sampai dengan saat ini, tulisan tersebut sudah dibagikan sedikitnya 550 kali oleh para netizen.