Divonis Hakim Cuma Segini, Asma Dewi: Saya Bersyukur, Di Penjara, Saya Didaulat jadi Imam

shares

InfoinNews.com - Ketua Majelis Hakim, Aris Bawono telah memvonis terdakwa kasus ujaran kebencian, Asma Dewi dengan hukuman penjara 5 bulan 15 hari.

Asma telah terbukti melanggar Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan Terhadap Kekuasaan di Negara.

Divonis Hakim Cuma Segini, Asma Dewi: Saya Bersyukur, Di Penjara, Saya Didaulat jadi Imam

"Dengan ini menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa Asma Dewi selama 5 bulan 15 hari. Hukuman ini dikurangi masa tahanan terdakwa," terang Aris disalin dari laman Merdeka.

Baca juga: (Reaksi Keras Pemprov DKI Bantah Tudingan Dirut Dharma Jaya, Ketua KPKP sampai 'Ngomel-ngomel' loh!)

Vonis ini jauh lebih ringan dari apa yang dituntutkan oleh JPU yaitu 2 tahun penjara dengan denda Rp300 juta subsider 3 bulan penjara.

Aris mengatakan bila pertimbangannya ada beberapa hal yang salah satunya adalah terdakwa dianggap kooperatif saat persidangan.

Baca juga: (Bukan Paranormal, Bukan juga Dukun, Taufik Gerindra Sebut Sosok 'Jin' sambil Ucap Nama Sandiaga Uno)

"Jadi bagaimana akan mengajukan banding?" ungkap Aris bertanya pada terdakwa.

"Kami pikir-pikir dulu yang mulia," ucak Nurhayati yang merupakan Tim Kuasa Hukum Asma.

Menanggapi vonis tersebut, Asma Dewi mengucapkan rasa syukur.

"Saya bersyukur sudah pernah merasakan dan pernah mengetahui keadaan di tahanan," ucap Asma Dewi.

"Bahwa di dalam tahanan tidak semuanya orang bersalah, banyak yang dikriminalisasi, saya bersyukur dapat ilmu bermanfaat dan bisa mengubah yang tadinya anak muda di sana tidak salat dan jadi pada salat, dan saya didaulat jadi imam, Alhamdulillah," lanjutnya.

Baca juga: (Ditanya Kesediaan jadi Cawapres, Hanya Orang Jenius Paham Penjelasan Mahfud ini, Saking Membingungkannya)

Ia mengaku telah mendapatkan banyak pelajaran serta pencerahan di dalam penjara.

"Di sana saya mendapat pencerahan jadi orang bersyukur, dan orang yang lebih perduli terhadap bangsa dan negara. Karena kita sebagai warga negara wajib bela negara melihat kondisi negara kita sendiri," tutupnya.

Related Posts