Fakta-Fakta Mencengangkan Perusakan Gereja di Ogan Ilir oleh Sosok Misterius

shares

InfoinNews.com - Gereja Katolik Santo Zakaria di Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumsel telah dirusak oleh sosok misterius.

Adapun perusakan tersebut dilakukan sejumlah orang yang secara paksa menerobos pintu depan hingga berusaha untuk membakar benda yang ada di dalam sana.

Fakta-Fakta Mencengangkan Perusakan Gereja di Ogan Ilir oleh Sosok Misterius

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad menjelaskan bila perusakan tersebut terjadi pada tengah malam. Pelaku berjumlah 6 orang dengan mengendarai 3 motor.

"Mereka datang dan masuk ke gereja dengan cara merusak pintu, memecahkan kaca, merusak kursi-kursi dan mengacak-acak ruangan dalam gereja kemudian mengumpulkan patahan kursi ditumpuk di dalam ruangan gereja lalu dibakar. Beruntung, api belum sempat membesar sudah dapat dipadamkan oleh wargam," terang Gazali.

Ia menegaskan bila aksi tersebut merupakan tindakan kriminal, Ia pun mengaku bahwa tak ada unsur SARA di balik peristiwa itu.

"Ini murni kasus kriminal, bukan SARA," ucap Gazali seperti disalin dari laman OkeZone.

Gereja Baru Diresmikan

Menurut keterangan yang didapatkan tim InfoinNews.com dari laman Tribun, gereja ini baru saja diresmikan oleh Bapak Uskup Agung Palembang, Mgr Aloysius Sudarso SCJ.

Lokasi dari tempat ini kurang lebih 3 jam perjalanan barat dengan mobil kalau ditempuh dari Kota Palembang.

“Itu pun kalau lancar dan jalan bagus,” ucap Romo Sigit Pranoto SCJ.

Barang Bukti

Berdasarkan temuan pihak kepolisian setempat, sejumlah barang bukti telah diamankan yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Palu besar satu buah.
2. Batu kali dua buah.
3. Daun jendela satu buah.
4. Kursi rusak 1 unit.

Warga Gotong-royong Membersihkan

Seperti disalin dari laman Tribun, Gazali menambahkan bila masyarakat sekitar bergotong-royong membersihkan lokasi dengan sukarela.

"Alhamdulilah warga kompak. Bukan hanya umat Kristiani, umat Muslim juga turun tangan. Luar biasa kekompakan mereka, sekarang kondisi di daerah tersebut sudah dalam susana kondusif,” ucap Gazali.

Reaksi Keras Eko Kuntadhi

Menanggapi peristiwa ini, salah seorang aktivis sosial media bernama Eko Kuntadhi memberikan reaksi keras dalam unggahannya di facebook.

Ia merasa sangat heran dengan peristiwa ini yang justru dianggapnya tidak mencermikan budi pekerti yang luhur.

Ia menjelaskan bahwa pelaku perusakan itu bukanlah orang yang mempunyai agama.

"Perusaknya, pasti bukan orang beragama. Penganut kristiani tidak mungkin merusak rumah ibadahnya sendiri. Penganut Hindu terlarang untuk melakukan tindakan adharma. Penganut Budha, pasti mengikuti jejak Sang Sidharta untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh alam," tulisnya.



Sampai dengan berita ini diturunkan, pihak dari kepolisian mengaku masih melakukan perburuan terhadap para pelaku perusakan.

Related Posts