Harga BBM Naik, SBY 'Sindir' Jokowi

shares

InfoinNews.com - SBY akhirnya turut angkat bicara mengenai kenaikan BBM yang baru saja dilakukan oleh Pertamina.

SBY pun juga memanfaatkan kesempatan ini untuk bisa menyoroti mengenai harga listrik serta sembako yang makin melejit.

Harga BBM Naik, SBY 'Sindir' Jokowi

SBY menuturkan bahwa Ia telah memberikan sederet tantangan untuk Presiden Joko Widodo atau yang biasa disapa dengan nama Jokowi ini.

Baca juga: (Gubernur DKI Diserang, Ketum PAN: 'Kami akan Bela Anies!', Semua Kaget saat Tahu Alasannya)

Adapun tantangan yang dimaksud adalah supaya Indonesia bisa memberikan peluang ekonomi untuk kenaikan harga produk tambang.

SBY menilai bahwa kenaikan harga BBM dan juga listrik harus bisa segera diatasi dengan cepat serta pemerintah diminta untuk beri penjelasan kepada rakyat.

Berikut adalah pesan pernyataan lengkap dari SBY seperti dikutip dari laman Tribun berdasarkan yang diunggah Ferdinand Hutahaean.

Baca juga: (Sekali Gebuk, Presiden Berhasil Bungkam Tudingan Miring Amien Rais, Ucapan Jokowi kali ini Menampar banget)

"Siang kembali Twips, saya ingin twitkan pendapat SBY terkait kenaikan harga BBM. Disampaikan tadi pagi di Suka Bumi

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meminta pemerintah memberikan bantuan kepada masyarakat golongan ekonomi bawah yang terdampak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Harga minyak dunia saat ini hampir mencapai 70 dolar AS perbarel.

Mau tidak mau pemerintah harus menyesuaikan harga.

Silahkan pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tepat, tapi tolong ulurkan tangan kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata SBY

Hal itu diungkapkan SBY menjawab pertanyaan wartawan terkait kebijakan Pertamina yang menaikkan harga pertalite dari Rp7.600 menjadi Rp7.800, di tengah lesunya daya beli masyarakat.

SBY mengatakan, sebenarnya ia telah menyampaikan sejumlah tantangan ekonomi bangsa kepada Presiden Joko Widodo saat Rapimnas Partai Demokrat di Sentul, beberapa waktu lalu.

Tantangannya adalah kenaikan harga produk tambang, seperti minyak, gas bumi dan batu bara.

Di satu sisi ini menghadirkan peluang, karena sebagai produsen kita mendapat keuntungan secara ekonomi,” terang SBY.

Namun di sisi lain, kata dia, kenaikan ini akan membuat harga BBM dan listrik juga mengalami penyesuaian.

Hal ini tentu saja akan berdampak kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Harga BBM jenis pertalite baru saja naik, pertamax sudah naik sebelumnya.

Persoalan yang saya dengar premium hilang, sulit didapat, seolah mayarakat diarahkan beli pertalite atau pertamax.

Ini harus diatasi, pemerintah harus transparan, berikan penjelasan kepada rakyat.

Bagi SBY, ia cukup mengerti dengan kebijakan pemerintah ini, karena pada era kepemimpinannya, ia beberapa kali menyesuaikan harga BBM.

Namun, ia mengingatkan, penyesuaian itu akan memberatkan rakyat kecil, karena akan berimbas kepada kenaikan harga barang dan tarif jasa angkut.

Karena itu pemerintah jangan malu-malu, jangan ragu-ragu, untuk memberikan subsidi kepada rakyat golongan ekonomi bawah.

Asal subsidinya pantas dan masih dalam tingkat aman bagi keuangan negara,” harapnya.

SBY bercerita, dulu saat menjabat presiden, ia pernah dikritik habis-habisan karena memberikan bantuan dana kepada rakyat kecil.

Kala itu pemerintah terpaksa menyesuaikan harga BBM karena minyak dunia menyentuh angka 150 dolar AS perbarel, lebih dari dua kali lipat harga.

Waktu itu dibilang saya tidak mendidiklah, kebijakan yang menina-bobokkanlah, dihujat sana-sini, tapi tak apa-apa, saya harus ambil resiko.

Ini terbukti, ekonomi kita selamat, bahkan bisa tumbuh di atas 6 persen,” kenangnya.

Berdasarkan pengalaman itulah, SBY meminta pemerintah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat ekonomi lemah.

Dengan begitu, daya beli mereka bisa tetap terjaga dan kondisi perekonomian bangsa tidak semakin memburuk," tulisnya.

Related Posts