Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Hukum dan Politik Campur Aduk, Jimly Asshiddiqie: Gara-gara Kasus Ahok, Jadi Kacau semua

InfoinNews.com - Mantan Ketua MK, Jimly Asshiddiqie memberikan dukungan atas pernyataan Kapolri, Jenderal Tito Karnavian agar menangguhkan penetapan tersangka hingga Pilkada 2018 usai.

Ia menjelaskan bila hal tersebut dibutuhkan supaya politik dan hukum tak menjadi satu dan hukum tak akan menjadi alat politik.

Hukum dan Politik Campur Aduk, Jimly Asshiddiqie: Gara-gara Kasus Ahok, Jadi Kacau semua

Ia menjelaskan bahwa semua kekacauan ini terjadi usai munculnya kasus Ahok yang menggetarkan publik.

“Seharusnya pilkada dulu, jangan ditetapkan tersangka dulu, supaya hukum dan politik tidak campur aduk. Itu maksud surat edaran Kapolri Badrodin Haiti beberapa tahun lalu. Tapi gara-gara Ahok dinyatakan tersangka jadi kacau semua,” tegas Jimly.

“Semua orang tuntut penegakan hukum harus tanpa pandang bulu, tanpa pandang konteks, dewi keadilan seperti buta kepada kondisi sekitarnya,” sambungnya disalin dari laman Tribun.

Ia menuturkan bila sejak tahun 2009, hukum pidana sering sekali dipakai untuk menjadi senjata dalam mengalahkan lawan politik.

“Sejak tahun 2009 banyak sekali kasus penetapan tersangka atas calon kepala daerah karena ijazah palsu. Seseorang sudah profesor tapi ijazah SD bermasalah, dengan berbagi bukti lawan politiknya langsung melaporkan ke polisi, dan celakanya polisi langsung menetapkan tersangka,” pungkasnya.

“Elektabilitasnya langsung jebol, langsung kalah, sejak saat itu hukum pidana menjadi alat politik, itu yang harus dicegah. Di kalangan pebisnis saja hukum pidana menjadi alat memenangkan perkara perdata, adapalagi politik,” lanjutnya.