Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Izinkan Paskah di Monas, Anies Baswedan dapat 'Jatah' Beri Sambutan

InfoinNews.com - Pihak dari GBI Glow membantah bahwa adanya unsur politik di dalam perayaan Paskah di Monas.

Ia menyatakan bahwa acara yang digelar di Monas supaya bisa menampung jemaat dalam jumlah yang lebih banyak.

Izinkan Paskah di Monas, Anies Baswedan dapat 'Jatah' Beri Sambutan

"Paskah ini memang Paskah yang nggak mudah bagi kami karena memang banyak tantangannya. Penolak-penolak itu lebih ke medsos karena kami posting informasi lewat medsos," ucap Humas Paskah GBI Glow, Ronny Rompas disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Beredar Surat Imbauan Anies minta PNS Kristen DKI Hadiri Perayaan Paskah di Monas)

"Kalau dari apa yang diberikan dalam penolakannya seperti pada karena gubernur beri sambutan sehingga ada yang mencurigai ini acara gubernur. Kami jelaskan bahwa kami meminta izin ke gubernur dan diizinkan," sambungnya.

Ronny juga menegaskan bahwa pelaksanaan Paskah di Monas lantaran ingin menampung banyak jemaat.

"Intinya ini kegiatan gereja. Kami memiliki jemaat se-Jabodetabek kurang lebih 20 ribu kalau pakai gedung nggak muat. Kalau Paskah memang biasanya terbuka. Kita bikin ibadah dari pagi tapi memang semuanya ketika gubernur kasih izin, kami izin ke kepolisian. Awalnya sempat berbincang-bincang pergerakan persekutuan gereja-gereja dianggap kami berpolitik kami pastikan tidak ini acara paskah gereja lokal," terang Ronny.

Baca juga: (Kembali sebut Kekayaan Indonesia Bocor, Prabowo: Dulu Saya diejek, Dibilang ngawur dan enggak paham Ekonomi)

"Kami memang terbiasa kedatangan tamu, semua calon gubernur datang ke gereja kami memperkenalkan diri dan gereja tak penah bilang pilih siapa. Karena banyak jemaat yang berbeda beda pilihan, kalau mana yang menurut jemaat baik pilih kita tidak memperdebat," tutupnya.