Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Kebaikan Jokowi ditolak Abu Bakar Ba'asyir, Ketua MUI: Satu-satunya jalan bebas bersyarat

InfoinNews.com - Ketum MUI, KH Ma'ruf Amin mengungkapkan soal grasi dari terpidana teroris Ustaz Abu Bakar Ba'asyir.

Ia menjelaskan kalau Jokowi disebut mau mengabulkan permohonan grasi dari beliau, namun dari pihak keluarga menolak.

Kebaikan Jokowi ditolak Abu Bakar Ba'asyir, Ketua MUI: Satu-satunya jalan bebas bersyarat

"Terus terang saya yang memang usul kepada presiden bahwa Abu Bakar Ba'asyir, itu dua hari menjelang demo Palestina, itu hari Jumat, sepulang beliau dari Turki. Nah di ujung pertemuan saya usul, Abu Bakar Basyir itu kan sudah sepuh dan sakit-sakit, akhirnya beliau mengatakan 'setuju' kata Presiden 'saya akan rawat dia, akan saya beri grasi dia'," ungkap Ma'ruf disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Hebatnya Indonesia, Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ulama 3 Negara Sekaligus)

Ma'ruf menyatakan kalau kebaikan Jokowi itu ditolak lantaran Ba'asyir tak ingin mengakui kesalahannya.

"Sebenarnya dari Pak Presiden clean, tetapi dari keluarganya tidak mau grasi, karena kalau mau minta grasi mengakui kesalahan sehingga jadi masalah. Maka ada usul bahwa dia itu ditahan di rumah tahanan kota tapi itu tidak bisa, yang jadi tahanan kota itu kalau belum jadi narapidana atau tahanan," terang Ma'ruf.

"Beliau kan sudah narapidana, makanya satu-satunya jalan bebas bersyarat nanti prosesnya seperti itu. Solusinya ditahan di sana kotanya, tapi beliau tidak mau," sambungnya.