Reaksi Polri usai dengar Aceh ingin Berlakukan Hukuman Pancung

shares

InfoinNews.com - Polri mengaku tak menyedujui penerapan hukum pancung untuk para pelaku pembunuhan yang diwacanakan oleh Dinas Syariat Islam Aceh.

Hal tersebut didasari oleh hukum di Indonesia yang tidak diperuntukan untuk balas dendam, tetapi pembinaan.

Reaksi Polri usai dengar Aceh ingin Berlakukan Hukuman Pancung

"Kalau hukum pancung harus dilihat dulu karena, di dalam UU kita, hukuman itu bukan balas dendam, tetapi adalah untuk pembinaan. Kita kembali ke esensi filosofi hukum di Indonesia bukan balas dendam, darah dibalas darah, kepala dibalas kepala," terang Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Anies Baswedan Diperingatkan, Masalah Utama DKI Jakarta bukan soal Becak)

Setya menjelaskan bila Aceh memang merupakan daerah khusus, tetapi tetap masih berlaku hukum nasional.

"Selama hukum nasional itu diberlakukan di sana dan di sana ada aturan syariah dan tidak bertentangan dengan situasi masyarakat berbangsa dan bernegara, saya kira kita berlakukan hukum nasional," ungkapnya.

Sebelumnya, Kabid Bina Hukum Syariat Islam dan HAM Dinas Syariat Islam Aceh, Dr Syukri mengatakan bila pihaknya akan membuat penelitian terkait hukuman tersebut.

Baca juga: (Tersandung Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Ini 4 Fakta Mencengangkan JR Saragih, Bisnisnya Bikin 'Ngiler')

"Setelah ada penelitian, baru kita meningkat ke upaya penyusunan naskah akademik dan draf hukum itu. Penelitiannya kita rencanakan dalam tahun 2018 ini," ucapnya.

Syukri menuturkan bahwa pihaknya mencontohkan Arab Saudi yang menerapkan hukuman berat bagi penghilang nyawa orang lain.

Related Posts