Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Warning buat Anies? Prabowo: 'Semakin tinggi dan mendekat ke Jakarta makin jahat, pinter bohong dan pinter nipu'

InfoinNews.com - Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengadakan tour 'Prabowo Menyapa Warga Jawa Barat'.

Saat berkujung ke Soreang, Kabupaten Bandung, Ia menjelaskan bila saat ini Indonesia membutuhkan pemimpin yang baik dan jujur.

Warning buat Anies? Prabowo: 'Semakin tinggi dan mendekat ke Jakarta makin jahat, pinter bohong dan pinter nipu'

Namun terdapat sebuah kalimat yang menjadi sorotan publik yaitu mengenai pemimpin yang makin jahat bila dekat dengan DKI Jakarta.

Baca juga: (Ustaz Tengku ingin Bertemu Bung Karno dan Bung Hatta di Alam Barzah, Lalu Berbisik Kalimat 'Menggetarkan' Ini)

"Yang jujur ini repot, yang jujur dan tulus itu ada di rakyat, semakin tinggi dan mendekat ke Jakarta makin jahat, pinter bohong dan pinter nipu. Nipu rakyat," pungkasnya disalin dari laman Detik.

Oleh karena itulah, Ia menyatakan bahwa dirinya perlu untuk berkeliling ke daerah-daerah agar bisa menyerap aspirasi masyarakat.

"Itu yang tidak boleh, karena itulah saya keliling Jawa barat. Nanti Jawa Timur dan Jawa Tengah," ucapnya.

Ia menganggap bahwa kunjungannya ke Bandung menjadi daerah yang ke-7 dalam tour tersebut. Ia pun mengatakan bila akan mengunjungi semua daerah di Jawa Barat.

Baca juga: (Kritik Harga BBM Naik, Fahri Hamzah Kena 'Skak Mat' sama Netizen)

"Saya ingin melihat keadaan, mendengar aspirasi rakyat. Saya merasakan semangat kalian, saya merasakan harapan kalian, keinginan kalian, melihat perbaikan hidup bangsa dan negara," ujarnya.

Ia juga turut menegaskan bahwa tak semua partai politik merupakan sesuatu yang buruk. Menurutnya, orang telah keliru memandang sebuah politik.

"Tidak semua partai politik seperti itu. Kalau tidak pakai partai politik ya pakai apa. Demokrasi membutuhkan partai politik. Kalau ada partai politik yang tidak benar itu pemimpinnya tidak benar," ucapnya.

Tapi, Ia juga tak memungkiri bahwa ada anggota dari Gerindra yang tidak benar.

"Banyak yang baik-baik juga. Di Gerindra pun ada yang tidak benar," tutupnya.