Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Begini Larangan Keras Ketum MUI Tempat Ibadah dipakai Kampanye Politik

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menanggapi ceramah yang dilakukan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Balai Kota yang menuai pro dan kontra. Ma'ruf menilai ceramah politik praktis tak semestinya dilakukan di tempat ibadah.

Menurutnya, tak tepat jika tempat ibadah dijadikan ruang kampanye. Rais Aam PBNU ini mengatakan seharusnya ceramah di tempat ibadah menyampaikan politik keagamaan bukan politik jangka pendek.



"Nah itu yang kita harapkan jangan ada menggunakan tempat ibadah, kantor pemerintahan, pengajian-pengajian dijadikan sebagai forum untuk kampanyelah kasarnya," kata Ma'ruf Amin di kantor DPP PDIP, Jl Diponegoro No 58, Menteng, Jakarta pusat, Jumat (27/4/2018).

"Dipolitisasi ya digunakan untuk kepentingan politik. Politik jangka pendek gitu loh. Kalau politik kebangsaan, politik keagamaan, politik kenegaraan ya harus. Tapi kalau politik yang nggak dijiwai agama kan nanti jadi politik tidak santun kemudian money politics, nah itu kan tidak santun," sambungnya.

Ma'ruf Amin juga memberi pesan untuk masyarakat Indonesia dalam menghadapi tahun politik. Dia mengatakan perbedaan pendapat dan pilihan sebagai hal yang wajar. Hanya saja dia meminta perbedaan pendapat tak kemudian berujung konflik.

"Nah supaya pilkada, pileg, pilpres itu kemudian tidak merusak tatanan kehidupan bangsa, keutuhan bangsa. Boleh berbeda, boleh ada keinginan bagaimana itu misalnya pilihan berbeda, ini berbeda tapi jangan mengarah terjadinya konflik, perpecahan nah itu yang kita jaga," ujar Ma'ruf.
(jbr/jbr)