Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Belum Deklarasi, Gerindra mengaku takut Prabowo Dikriminalisasi

InfoinNews.com - Prabowo Subianto diketahui sebagai Ketum Partai Gerindra belum mendeklarasikan dirinya untuk maju di ajang Pilpres 2019.

Namun, terdapat sebuah pernyataan yang cukup kontroversial diucapkan oleh Waketum Gerindra, Arief Puyuono. Ia mengaku takut kalau Prabowo dikriminalisasi bila mengumumkan deklarasi dengan cepat.

Belum Deklarasi, Gerindra mengaku takut Prabowo Dikriminalisasi

"Aneh juga kenapa Prabowo yang selalu didesak-desak untuk deklarasi. Lah, wong Joko Widodo yang udah punya cukup Parpol aja enggak deklarasi deklarasi kok. Ayo dong, Joko Widodo segera deklarasi dan tentukan cawapresnya," tuaksnya disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Tulisan Monohok Permadi Arya: 'MUSLIM MUNAFIK')

"Kita tahu kok kalau kita cepat-cepat umumkan Prabowo dan cawapres dan parpol-parpol dan timsesnya yang akan mengusung Prabowo, nanti pasti ada kriminalisasi oleh pihak kompetitor kita dan itu pasti. Makanya, kita main tarik-ulur aja," sambung Poyuono.

Ia menjelaskan bila Prabowo pasti akan dideklarasikan sebagai calon presiden. Mengenai kriminalisasi, Ia menyebut kasus partai yang berwarna biru.

"Kalau sudah saatnya, nanti kita deklarasi dan langsung daftar. Nanti kayak parpol warna biru lagi yang udah mulai ketakutan kasus-kasus korupsinya dibongkar," pungkasnya.

Baca juga: (Beredar Surat Terbuka untuk Jokowi dari Amien Rais, Isinya Bikin Geleng-geleng)

Di lain pihak, Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno mengatakan bila deklarasi Prabowo sebagai capres tak akan digelar dalam waktu dekat. Ia menyebutkan bulan agustus 2018 mendatang.

Sedangkan untuk Prabowo sendiri mengatakan bila Ia masih menunggu tiket.

"Deklarasi itu kan kalau ada tiket, kan kalau ada tiket dan juga belum tentu situasi kan berkembang ya, kita berpikir positif, sabar-sabar lah, kita cari yang terbaik," tutup Prabowo.