Beredar Surat Terbuka untuk Jokowi dari Amien Rais, Isinya Bikin Geleng-geleng

shares

InfoinNews.com - Mantan Ketua MPR, Amien Rais turut berbicara mengenai gerakan #2019GantiPresiden.

Ia pun turut menyambut dengan positif mengenai gerakan yang mengharapkan seorang Presiden baru untuk Indonesia tersebut.

Beredar Surat Terbuka untuk Jokowi dari Amien Rais, Isinya Bikin Geleng-geleng

"Saya hari-hari ini sangat berbahagia dan bersyukur pada Allah SWT bahwa ada angin puritan yang menyapu Nusantara ini, yaitu berbagai kelompok anak bangsa sepertinya makin-makin sama menyuarakan sebuah semboyan, yaitu di tahun 2019 nanti Insya Allah ganti presiden," ucapnya disalin dari laman Detik.

Amien mengatakan bila doa serta ibadah yang lurus menjadi senjata utama untuk bisa mewujudkan keinginan itu.

Baca juga: (Bikin Salut, Ini Hebatnya Aksi Bela Islam 64)

Ia pun turut memberikan pesan supaya para pihak yang ingin lahirnya Presiden baru itu terus menjaga persaudaraan.

"Jadi ini legitimate, ini legal, ini sah, tidak ada sedikit pun pasal UUD yang dilanggar. Tidak ada kaitan demokrasi yang kita langkahi. Ini sesuatu yang sangat amat biasa. Apalagi kalau kita bicara Al Quran memang kalau kekuasaan sudah cenderung menjadi lupa daratan, sedikit agak zalim dan lain-lain maka tiba waktunya melihat pergantian," ucapnya.

Ia pun kemudian menyinggung mengenai kebijakan dari Presiden Jokowi yang justru dianggap menguntungkan pihak asing.

"Pada Pak Jokowi, teman saya. Pak Jokowi, selama ini Anda dengan kekuasaan itu Anda telah melakukan politics of deception, bukan politik pengibulan, memang ini kasat, tapi tegas, politik penyesatan," ujarnya.

Baca juga: (Seluruh Sekolah DKI Libur 9 Hari Demi Asian Games)

Amien Rais turut mendoakan Presiden Jokowi supaya bisa terus sehat dan bersikap ksatria. Ia pun mendesak supaya Jokowi tak menjadikan hukum untuk menjepit lawan politiknya.

Berikut pernyataan lengkap dari Amien Rais:

Assalamualaikum wr wb

Saya hari-hari ini sangat berbahagia, dan bersyukur pada Alloh SWT bahwa ada angin puritan yang menyapu Nusantara ini yaitu berbagai kelompok anak bangsa sepertinya makin-makin sama menyuarakan sebuah semboyan yaitu di tahun 2019 nanti Insyallah ganti Presiden. Jadi Insyaallah dengan senjata doa, salat malam semampu kita, syukur-syukur dengan puasa Senin dan Kamis kemudian kita betul-betul menggalang apa kekuatan bangsa ini, ya ukhwah islamiyah tapi juga ukhwah wathoniyah. Dua-duanya sama pentingnya. Nanti kita gerakkan lewat sebuah perayaan demokrasi Pilpres dan Pileg jadi satu. Insyaallah kita akan melihat Presiden baru. 

Jadi ini legitimate, ini legal, ini sah, tidak ada sedikit pun pasal UUD yang dilanggar. Tidak ada kaitan demokrasi yang kita langkahi. Ini sesuatu yang sangat amat biasa. Apalagi kalau kita bicara Alquran memang kalau kekuasaan sudah cenderung menjadi lupa daratan, sedikit agak zalim dan lain-lain maka tiba waktunya melihat pergantian. Pada pak Jokowi, teman saya. Pak Jokowi, selama ini anda dengan kekuasaan itu anda telah melakukan politics of deception, bukan politik pengibulan, memang ini kasat, tapi tegas, politik penyesatan.

Jadi ketika hutang menggunung, tidak apa-apa, kita masih oke. Ketika rakyat megap-megap karena tenaga kerja sudah banyak diambil alih oleh negara di Utara kita itu. Tapi masih jangan ini sesuatu yang bagus untuk membangun lebih cepat lagi. Ketika infrastruktur dibangun dengan biaya mahal, ujungnya dijual ke orang aseng dan asing. Ini apa-apaan? Ini saya katakan politik penyesatan. 

Nah mas Jokowi dengan satu tahun lebih sedikit, gantilah dengan politics of dedication, politik pengabdian. Politik mengobarkan untuk kepentingan rakyat, jangan mendukung konglomerat. Konglomerat sudah bisa menghidupi sendiri. Jadi kembali lah kata Anda itu, Nawacita dan Trisakti, yang sekarang tidak ada kenyataannya. 

Jadi mudah-mudahan anda tetap sehat walafiat, tetap bertarung secara gentle dan jangan menggunakan hukum untuk menekuk-nekuk lawan. Ini sesuatu yang bisa nanti, balik. Kalau anda, ya kalau anda menang, kalau tidak bagaimana?
jadi saya ingatkan jangan pernah menekuk-nekuk hukum untuk membenamkan lawan politik, dicari-cari kesalahannya. Ini tidak elok, ini aib dan tidak bermoral.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air mari kita wacanakan dengan berdoa kepada Allah ganti Presiden tahun mendatang.

Assalamualaikum wr wb

Related Posts