Bikin Melongo! Ini Daftar Penghargaan dan Prestasi Sri Mulyani yang sering Diolok-olok Haters Jokowi

shares

InfoinNews.com - Dinobatkannya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia Pasifik oleh majalah keuangan FinanceAsia dianggap menjadi pengakuan dan apresiasi atas kerja pemerintah di bidang ekonomi. Predikat Menteri Keuangan terbaik se-Asia yang diraih Sri Mulyani pun menjadi momentum bagi ekonomi Indonesia menjadi lebih baik.

Sri Mulyani sendiri telah banyak menorehkan sejumlah prestasi serupa di tahun-tahun sebelumnya. Penghargaan sebagai Menteri Keuangan terbaik se-Asia seperti ini sebelumnya juga telah diterima Sri Mulyani pada tahun lalu oleh pemberi penghargaan yang sama.

Bikin Melongo! Ini Daftar Penghargaan dan Prestasi Sri Mulyani yang sering Diolok-olok Haters Jokowi

Apa saja penghargaan yang ditorehkan Sri Mulyani dan bagaimana indikatornya? Berikut daftar lengkapnya yang dikumpulkan detikFinance dari berbagai sumber.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.

Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.

Jauh sebelum menerima penghargaan sebagai menteri terbaik sedunia, Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan dari Singapore Institute of International Affair (SIIA). Wanita kelahiran Bandar Lampung itu dinobatkan sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh dalam perkembangan Asia atau Leader in Rising Asia oleh

"Penghargaan diberikan kepada Menkeu atas kontribusi luar biasa yang dihasilkan dalam bidang ekonomi, public policy, dan governance, khususnya dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, baik di lingkup nasional, regional, maupun internasional," bunyi keterangan tertulis dari Kementerian Keuangan kala itu.

Penghargaan tersebut tidak hanya diberikan kepada tokoh pemerintah, namun juga tokoh bisnis dan organisasi internasional yang berperan dalam meningkatkan posisi dan nilai Asia di dunia internasional.

Setelah sebelumnya masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh, Sri Mulyani juga mendapat penghargaan sebagai Finance Minister of The Year 2008 for Asia.

Penghargaan diberikan oleh harian 'Emerging Markets'. Setiap tahun Emerging Markets, harian internasional keuangan, ekonomi, dan investasi itu memilih Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral terbaik dari berbagai kawasan, yakni Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika, Eropa Timur dan Asia.

Menurut Emerging Markets, Sri Mulyani terpilih kembali berdasarkan tiga alasan, di antaranya pencapaiannya dalam mendorong kinerja ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas 6% tahun ini meskipun terdapat tekanan inflasi.

Kemudian eberhasilannya dalam melakukan reorganisasi di lingkungan kementerian keuangan dan meletakkan dasar bagi reformasi birokrasi yang terfokus dan terkendali dan sebagai figur utama dalam merealisasikan reputasi Indonesia sebagai outstanding borrower of the year untuk kawasan Asia.

Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menkeu Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2018 versi majalah keuangan asal Hong Kong, FinanceAsia. Penghargaan ini sebelumnya juga telah diterima Sri Mulyani tahun lalu.

Sri Mulyani dianggap berhasil membawa perkonomian Indonesia ke arah yang lebih baik. Dia dianggap berhasil memanfaatkan kesempatan kemajuan ekonomi global untuk mereformasi struktur keuangan pada 2017 sehingga dapat bertahan saat terjadi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.

FinanceAsia juga menilai Menkeu Sri Mulyani berhasil menjaga stabilitas belanja negara yang terlihat terlihat dari defisit anggaran yang lebih rendah (2,5%) dibanding proyeksi semula (2,9%). Selain itu, Pemerintah juga dinilai berhasil menjaga stabilitas inflasi dan nilai tukar rupiah. Pada tahun 2017 pula, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai angka US$ 1 triliun untuk pertama kalinya, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas 5%.

Related Posts