Bikin Tak bisa Tidur Pelaku, Komnas Perlindungan Anak: Intimidasi adalah Pidana!

shares

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait menyayangkan adanya intimidasi terhadap ibu dan anak pada acara Car Free Day di Jl Thamrin, Jakarta. Dia pun mendorong korban untuk segera membuat laporan.

"Sikap saya intimidasi tidak dibenarkan tetapi untuk penanganan harus ada yang melaporkan datang ke sini dan kami terbuka untuk membantu," kata Arist, Senin (30/4).

Arist Merdeka mengatakan, tindakan intimidasi terhadap anak merupakan salah satu bentuk tindak pidana sebagaimana yang tertuang pada pasal 81 UU Perlindungan anak.


"Mengancam kekerasan, membuat anak trauma tidak dibenarkan dalam undang-undang dan dapat dikenakan pidana," ujar dia.

Dengan adanya pelaporan, Arist mengatakan kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Bahwa, setiap orang tidak boleh saling memaksakan pandangan politiknya.

"Saling menghargai pandangan politik Anda A, pandangan politik saya B, kesukaanmu A, kesukaan saya C. itu saling menghargai karena kita sebagai manusia harus menghormati hak orang lain juga beda pendapat juga harus dihormati. Kami menolak adanya intimidasi," papar dia.

Selain itu, Arist melarang anak-anak diikutsertakan dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan politik.

"Politik ini hanya kepentingan orang dewasa. Itu menunjukkan kalau tahun politik tidak menguntungkan bagi anak-anak," ujar dia.

Karenanya, dia akan terus mengawal sampai tahun politik berakhir. Caranya dengan melakukan sosialisasi ke beberapa tempat daerah yang menjadi peserta pilkada serentak.

"Kami mengajak masyarakat pilih pemimpin yang peduli terhadap anak. Pedulinya contoh tidak melibatkan anak dalam kegiatan politik, tidak melibatkan anak di dalam gerakan-gerakan politik tertentu untuk memenangkan, karena hak anak atas politik diberikan pada 17 tahun. Jangan libatkan lagi di bawah 17 tahun," katanya.

Sebelumnya, rekaman video dugaan intimidasi terhadap orang berkaus #DiaSibukKerja saat Car Free Day di Thamrin, Jakarta, menjadi viral. Dalam rekaman itu, sejumlah orang berkaus #2019GantiPresiden mengerubungi dan mengimingi-imingi uang kepada mereka yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.

Rekaman video lainnya juga menggambarkan tindakan intimidasi sejumlah orang terhadap perempuan yang membawa seorang anak. Sang anak bahkan menangis karena mendapatkan perlakuan tersebut. m

Related Posts