Bukan karena Status Napi, Yusril Ungkap Ahok Mustahil jadi Capres

shares

InfoinNews.com - Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan bila Ahok tak akan mungkin bisa menjadi calon Presiden Indonesia.

“Kalau Ahok pasti tidak bisa,” terang Yusril disalin dari laman Tempo.


Ahok tak bisa menjadi Presiden lantaran terhalang status kewarganegaraanya saat dirinya lahir.

Baca juga: (Ungkit Masa Lalu, Prabowo Subianto: Saya nggak milih Anies-Sandi, Dulu Anies Suka Serang Saya)

“Ahok tidak lahir sebagai Warga Negara Indonesia, itu bisa dicek di catatan sipil,” tegas Yusril.

Yusril menjelaskan bila dirinya mengenal baik Ahok karena berasal dari satu daerah. Orangtua dari Ahok, Tjoeng Kiem Nam memilih untuk menjadi WN Tiongkok dan membuat Ahok juga berstatus WN Tiongkok.

Hal tersebut tentu bertentangan dengan UUD 1945 yang diamandemen pada tahun 2003 silam.

Baca juga: (Jadi Ketua Tim Pemilihan Cawapres Prabowo, Sandiaga dapat Peringatan Keras dari Kemendagri)

Pasal 6 ayat 1 UUD 1945 menyatakan calon presiden dan calon wakil presiden harus Warga Negara Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.

Yusril menjelaskan bahwa Ahok memilih untuk menjadi WNI pada tahun 1986 yang berarti Ahok tak akan bisa memenuhi syarat sebagai capres Indonesia.

“Jadi Ahok tidak bisa, yang lain bisa,” terang Yusril.

Related Posts