Ini Jawaban 'Monohok' dr Terawan setelah Dipecat IDI

shares

InfoinNews.com - Mayjen TNI Terawan Agus Putrantor akhirnya turut angkat bicara mengenai pemecatan dirinya oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran IDI.

"Aku hanya anggota (Ikatan Dokter Indonesia), aku kan kelas rendah di IDI, jadi aku kalau diinjek-injek, ya wes (ya sudah). Tenyata tentara lebih civilian. Begitu tega dan kejamnya," tukas Terawan disalin dari laman Tempo.

Ini Jawaban 'Monohok' dr Terawan setelah Dipecat IDI

Setelah memberikan keterangan untuk awak media, Terawan mengajak untuk anggota Komisi I DPR bersama dengan 4 wartawan lain melihat ruangan di RSPAD.

Baca juga: (Parkir Sembarangan, Sopir di Daan Mogot Adu Jotos dengan Petugas)

Terawan juga memperlihatkan ruang praktik yang biasa digunakan untuk metode cuci otak atau Digital Subtraction Angiography (DSA).

Seperti diketahui sebelumnya bahwa MKEK menetapkan dr Terawan telah melakukan pelanggaran etik yang serius dari kode etik kedokteran.

Surat itu ditandatangani oleh Ketua MKEK PB IDI, Prijo Sidipratomo. Namun, hingga sampai dengan saat ini belum dijelaskan secara detail tentang apa pelanggaran etik yang dimaksud.

Terawan sendiri mengaku belum menerima surat apapun terkait hal tersebut. Ia menjelaskan bila tentara merupakan satu komandi. Ia mengaku akan mengikuti perintah dari atasannya di TNI.

Baca juga: (Kejanggalan Putusan MA Terkait Penolakan Ahok)

"Orang boleh memojokkan saya, orang boleh memfitnah saya, tapi bukan saya harus melakukan hal yang sama. Itu prinsip hidup saya," tegas Terawan.

Ia juga menjelaskan lebih lanjut mengenai iklan praktik yang dituduhkan kepadanya. Ia menganggap bila apa yang telah dilakukan olehnya di televisi merupakan penjelasan untuk orang yang ingin mengetahui bagaimana praktik tersebut.

Ia juga menambahkan bila di dalam acara televisi itu terlihat kerja tim yaitu dimana harus didahulukan berupa doa sesuai dengan agama masing-masing.

"Itu adalah kunci suksesnya sebuah tindakan. Karena dokter itu tidak akan pernah menyembuhkan pasien. Aku sebagai dokter, puluhan ribu pasien saya kerjakan, belum pernah aku menyembuhkan pasien satu pun. Boro-boro menjanjikan, enak ae (saja)," kata Terawan.

Terawan juga menegaskan bahwa kesembuhan setiap pasien merupakan kehendak dari Tuhan Yang Maha Esa.

"Jangan pernah dokter sombong, termasuk saya, tidak boleh. Harus makin merendahkan hati," ucapnya.

Terawan menjelaskan bila dirinya merasa sangat sedih dengan adanya surat itu. Ia membayangkan bakal sangat kasihan bila yang terkena permasalahan seperti ini adalah dokter biasa.

"Aku ini tentara dan aku ini dokter. Aku sudah lahir untuk jadi dokter. Jadi aku ingin berbuat, bersikap, dan bertindak sesuai dokter yang profesional," tukas Terawan.

"Justru karena saya makin mengalah, makin tidak pernah mau mempersalahkan," tutupnya.

Related Posts