Karya Sukmawati Bikin Heboh, Ini Puisi Soekarno 'Aku Melihat Indonesia'

shares

InfoinNews.com - Beredarnya video pembacaan puisi Sukmawati Soekarnoputri telah membuat heboh banyak kalangan.

Jika diingat kembali, Presiden Soekarno tak hanya dikenal sebagai orang yang sangat jago dalam melontarkan orasi.

Karya Sukmawati Bikin Heboh, Ini Puisi Soekarno 'Aku Melihat Indonesia'

Ia juga diketahui sebagai pecinta seni dan juga sekaligus sebagai pembuat kreasi seni. Soekarno suka menonton wayang kulit, koleksi lukisan, bersandiwara, hingga menulis puisi.

Baca juga: (Dikabarkan Meninggal Dunia, Begini Kondisi Habibie di Jerman)

Adapun salah satu puisi yang terkenal yaitu berjudul Aku Melihat Indonesia. Berikut salinan tim InfoinNews.com dari laman Detik.

Jikalau aku berdiri di pantai Ngliyep
Aku mendengar Lautan Hindia bergelora
membanting di pantai Ngliyep itu
Aku mendengar lagu, sajak Indonesia

Jikalau aku melihat
sawah-sawah yang menguning-menghijau
Aku tidak melihat lagi
batang-batang padi yang menguning menghijau
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku melihat gunung-gunung
Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Merbabu
Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Kelebet
dan gunung-gunung yang lain
Aku melihat Indonesia

Jikalau aku mendengarkan
Lagu-lagu yang merdu dari Batak
bukan lagi lagu Batak yang kudengarkan
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku mendengarkan Pangkur Palaran
bukan lagi Pangkur Palaran yang kudengarkan
Aku mendengar Indonesia

Jikalau aku mendengarkan lagu Olesio dari Maluku
bukan lagi aku mendengarkan lagu Olesio
Aku mendengar Indonesia

Jikalau aku mendengarkan burung Perkutut
menyanyi di pohon ditiup angin yang sepoi-sepoi
bukan lagi aku mendengarkan burung Perkutut
Aku mendengarkan Indonesia

Jikalau aku menghirup udara ini
Aku tidak lagi menghirup udara
Aku menghirup Indonesia

Jikalau aku melihat wajah anak-anak
di desa-desa dengan mata yang bersinar-sinar
"Pak Merdeka; Pak Merdeka; Pak Merdeka!"
Aku bukan lagi melihat mata manusia
Aku melihat Indonesia

Baca juga: (Cerai dengan Veronica, Ahok Resmi menjadi Duda)

Megawati Soekarnoputri sebagai puteri pertamanya juga pernah membacakan puisi tersebut pada waktu membuka Kongres IV PDIP di Bali pada 2015 kemarin.

Related Posts