Kasus Intimidasi CFD, Laporan PSI Ditolak, Ternyata Ini Alasannya

shares

Kasus erundungan terhadap peserta aksi #DiaSibukKerja diduga dilakukan massa berkaus #2019GantiPresiden di car free day (CFD) Thamrin – Sudirman, Jakarta, Minggu (29/4), masuk ke ranah hukum. Polda Metro Jaya menerima dua dari tiga laporan yang masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Sebenarnya, ada tiga pelapor yang mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Yakni, Stedi Repki Watung dan Susi Ferawati yang mengaku sebagai korban perundungan, serta Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dini Purwono.

Polisi hanya menerima laporan oleh Stedi dan Susi. Kemudian untuk laporan dari PSI ditolak karena bukti yang diserahkan kurang.


"Laporannya belum sepenuhnya diterima, masih diproses. Karena ada berkas yang kurang. Polisi masih akan meminta keterangan dari korban (ibu dan anak, red)," ujar Dini kepada Jawa Pos, kemarin, di Mapolda Metro Jaya.

Sementara itu, Stedi dan Susi membuat laporan dengan waktu yang berbeda. Stedi tiba di SPKT lebih dulu ketimbang Susi. ”Saya melaporkan ini murni karena diri saya sendiri. Tidak ada paksaan dari siapapun dan untuk siapapun,” terang Stedi lirih dengan terburu-buru meninggalkan SPKT.

Dia menegaskan, kegiatan di Car Free Day pada Minggu (29/4) bukan dalam rangka kampanye terhadap satu partai. Hanya jalan sehat dari patung kuda Arjuna Wiwaha – Bundaran Hotel Indonesia, lanjut Stedi. ”Saya datang ke patung kuda karena mendapat undangan pada jauh-jauh hari. Saya lupa kapan pastinya,” ungkapnya.

Pria 36 tahun itu menyebutkan, dirinya ketinggalan rombongan, tepatnya di depan Plaza Indonesia. Stedi berusaha mencari rombongannya. Namun di samping Hotel Kempinski ia bertemu dengan beberapa orang yang mengenakan kaus #GantiPresiden2019. ”Saya diadang, lalu disodorin uang Rp 100 ribu. Banyak orang lah, saya lupa berapanya,” katanya. (sam/idr/lum/far)

Related Posts