Kasus Mobil Ratna, Anies sebut Warisan Ahok, 'Pegawai Takut kepada Atasan'

shares

InfoinNews.com - Bukan memberikan sanksi untuk staf yang mengurusi mobil Ratna Sarumpaet, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan justru menyalahkan petugas Dishub yang mengembalikan mobil Ratna tanpa denda.

Anies justru membela stafnya yang menerima telepon pengaduan dari Ratna Sarumpaet pada saat mobilnya diderek petugas.

Kasus Mobil Ratna, Anies sebut Warisan Ahok, 'Pegawai Takut kepada Atasan'

"Jadi tidak ada intervensi sedikitpun,” terang Anies disalin dari laman Tempo.

Anies menuturkan bila pengembalian mobil Ratna Sarumpaet oleh petugas Dishub DKI Jakarta merupakan sebuah kekeliruan.

Baca juga: (Cak Imin: Jokowi pasti Pilih Saya jadi Cawapres)

Ia menilai bahwa peristiwa ini bisa dijadikan sebagai suatu pelajaran untuk PNS lain supaya tak menumbuhkan kebiasaan takut terhadap atasannya.

“Karena ini warisan takut kepada atasan. Jangan. Kalau menjadi pegawai pemerintah, bekerjanya harus takut pada prosedur,” terang Anies.

Kalau mendengar pernyataan di atas, nampaknya Anies Baswedan tengah menyindir kepemimpinan era Ahok di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Anies mengatakan bahwa dirinya berjanji untuk memangil staf Gubernur yang mengembalikan mobil Ratna tersebut. Namun, ternyata tidak demikian.

“Jadi, bekerja itu bukan karena rasa takut. Kami berdua (Anies-Sandi) akan jalankan taat SOP. Kalau ada permintaan apapun, lihat SOP (standar operational prosedur). Kalau itu sejalan, ya jalan,” tukasnya.

Baca juga: (Sukmawati: Saya ingin Mengingatkan Anak-anak Bangsa lewat Puisi)

Anies sekarang menjelaskan bahwa pengembalian mobil tersebut merupakan kesalahan prosedur dari petugas Dishub.

Ia menyalahkan petugas Dishub yang takut mendapatkan teguran dari atasannya. Padahal Ia mengaku tak pernah memberikan instruksi apapun mengenai mobil Ratna.

“Itu kebiasaan buruk itu. Apakah teman Pak Gubernur atau bukan teman Pak Gubernur, prosedurnya sama. Dan jangan pernah takut sama Gubernur. Takutlah sama prosedur,” ucap Anies.

Related Posts