Kejanggalan Putusan MA Terkait Penolakan Ahok

shares

InfoinNews.com - Pengacara Ahok, Fifi Lety Indra menganggap bahwa proses hukum tentangt pengajuan PK yang diajukan kliennya tidak wajar karena diputuskan dengan waktu yang relatif sangat cepat.

MA menganggap bahwa proses Peninjauan Kembali yang diajukan oleh Ahok telah sesuai dengan prosedur.

Kejanggalan Putusan MA Terkait Penolakan Ahok

"Itu tergantung majelisnya. MA mengharuskan, baik kasasi atau PK tak boleh lebih dari 3 bulan harus putus, apakah 1, 2, atau 3 hari," ucap Jubir MA, Suhadi seperti disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Tangannya Dicium oleh Sukmawati Soekarnoputri, Ini Kata Ma'ruf Amin soal Puisi Ibu Indonesia)

Suhadi mengatakan bahwa putusan yang dilakukan pada sebuah perkara tergantung dari majelis hakimnya.

"Kalau di MA itu 1, 2 hari. Jadi tergantung majelisnya," terang Suhadi.

Sebagai pengacara Ahok, Fifi menganggap bahwa putusan dari MA tersebut tidak wajar karena dianggap terlalu cepat.

Fifi pun membandingkan PK Ahok dengan PK yang diajukan oleh mantan pimpinan KPK, Antasari Azhar.

Baca juga: (Kasus Mobil Ratna, Anies sebut Warisan Ahok, 'Pegawai Takut kepada Atasan')

"Kami membandingkan putusan PK Ahok dengan putusan Antasari. Kita bikin skema pendaftaran pak Ahok 2 Februari 2018. Lalu Antasari 15 Februari 2011. Ini sama-sama 22 hari ada sidang, itu sama cocok itu wajar sama-sama 22 hari. Begitu sampai selesai sidang itu dilimpahkan berkasnya dari PN ke MA itu kasus Ahok 9 hari. Sedangkan kasus Pak Antasari 38 hari baru dilimpahkan ini yang agak aneh. Dalam waktu 19 hari saja itu sudah diputus. Sementara kasus pak Antasari 122 hari baru diputus," terang Fifi.

Related Posts