Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Kombes Hendro Pandowo: Orang Gila Tulis Lafad Allah di Trotoar Bandung

Aksi vandalisme seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, membuat tulisan berlafad Allah di trotoar Jalan Leuwi Panjang, Bandung, Selasa (17/4). Pelaku menulis menggunakan serbuk bata merah.

Pelaku yang beriinisial A,47, warga Citarip Kelurahan Situsaeur Kota Bandung diduga mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut dibenarkan seorang ketua RT dan Saudara S selaku rekannya menyebutkan A mengalami gangguan jiwa.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo, mengatakan A meangalami naggyan jiwa kurang lebih 10 tahun. "Pada 2015 A pernah berobat ke RSJ Cisarua. Namun karena kekurangan biaya, A dikembalikan," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/4).

Kejadiannya, saat itu A melakukan aksi vandalisme yakni mncorat coret trotoar dengan tulisan berlagad Allah menggunakan serbuk bata merah. Lalu Selasa (17/4) vandalisme tersebut menjadi perbincangan di media sosial.

"Saat ini sudah berkoordinasi dengan Kecamatan dan Satpol PP untuk membawa A ke Dinsos," lanjutnya.

Kemudian, kata dia akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ untuk dilakukan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, Kabag Humas Setda Kota Bandung, Yayan Briliyana, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat setempat dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kita Bandung untuk mengecek vandalisme tersebut. Menurutnya aksi tersebut sudah menyelahi aturan terkhusus dalam syariat Islam.

"Sudah langsung datang ke lokasi untuk kemudian membersihkannya karena tentunya bertentangan dengan syariat Islam karena tidak sesuai peruntukannya," kata Yayan saat dikonfirmasi, Bandung, Selasa (17/4).


Saat menelusuri, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa batu seukuran kepalan tangan orang dewasa yang diduga digunakan pelaku untuk membuat lafadz Allah tersebut. Pemerintah Kota Bandung menghimbau kepada siapapun yang mengetahui aksi tersebut untuk segera melaporkannua ke pihak berwajib, dan tidak terprovokasi.

"Imbauan pada masyarakat tetap tenang serahkan kepada aparat dan jangan terprovokasi," pungkasnya. JP