Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Komentar Anak Megawati soal Puisi Sukmawati

InfoinNews.com - Puisi Ibu Indonesia yang ditulis oleh Sukmawati Soekarnoputri menuai banyak tanggapan negatif.

Menanggapi hal tersebut, Menko PMK, Puan Maharani yang merupakan puteri dari Megawati Soekarnoputri itu mulanya enggan mengomentari.

Komentar Anak Megawati soal Puisi Sukmawati

"Ini urusan (kunjungan) Muhammadiyah ini, piye (bagaimana) rumah sakit Muhammadiyah, sekolah Muhammadiyah, pondok pesantren," terang Puan disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Telepon Anies, Mobil Ratna Sarumpaet yang Diderek Dikembalikan dan Petugas Minta Maaf)

Namun, setelah didesak, Ia mengaku tak punya wewenang untuk mengomentarinya lebih jauh mengenai puisi tersebut.

Ia pun meminta agar wartawan bisa bertanya langsung kepada pihak yang bersangkutan. Walau memiliki hubungan keluarga, nampaknya Puan seperti tak begitu dekat dengan Sukmawati.

"Tanya Bu Sukma (Sukmawati Soekarnoputri) saja itu," ucapnya.

"Saya (sebagai Menko PMK) tidak ada hubungannya dong," sambungnya lagi.

Baca juga: (Jokowi: Ulama dan Umara Kompak, Indonesia Aman)

Seperti diketahui bahwa Sukmawati bikin heboh masyarakat dengan bacaan puisinya yang dianggap melecehkan agama.

Ini isi lengkap puisi Sukmawati tersebut:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat 
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.