Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Kritik Keras Jokowi, Amien Rais: Ketika utang menggunung, mengatakan jangan takut, bilangnya ora popo

InfoinNews.com - Ketua DK PAN, Amien Rais memberikan kritik keras untuk pemerintahan Presiden Jokowi.

Ia menyebutkan bahwa kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh Jokowi berpihak pada kepentingan ekonomi China.

Kritik Keras Jokowi, Amien Rais: Ketika utang menggunung, mengatakan jangan takut, bilangnya ora popo

Tak sampai di situ saja, Amien juga turut menyinggung tentang utang luar negeri, tenaga kerja asing, pengangguran sampai dengan reklamasi.

Baca juga: (PAN tak terima Prabowo disebut Capres Terkuat selain Jokowi)

Kritik tersebut diutarakan oleh Amien pada waktu berpidato di hadapan jemaat shalat subuh di Masjid Baiturrahim, Jaksel.

Amien menjelaskan bahwa Indonesia tengah menghadapi politik penyesatan oleh sejumlah orang munafik.

"Ketika utang menggunung, mengatakan jangan takut, utang kita cuma Rp4.000 triliun, Singapura dan AS juga mengutang, bilangnya ora popo," tegas Amien disalin dari laman CNN.

Ia melanjutkan bahwa di tengah pengangguran yang merajalela, Jokowi malah mengeluarkan keputusan presiden untuk tenaga kerja asing.

Baca juga: (Ditanya Kesiapan Klarifikasi ke Polisi, Ini Jawaban Super Singkat Rocky Gerung)

"Kemudian juga ketika banyak mahasiswa, intelektual mendemo reklamasi teluk dihentikan, suruh menterinya pasang... Seolah-olah untuk kepentingan kita, kemajuan kita, padahal jelas melayani kepentingan ekonomi China," terang Amien.

"Yang sana mengatakan kita sudah mendapat utang membangun infrastruktur, begitu selesai jual ke asing. Itu logika supaya kita buat baru lagi, kita jual lagi," lanjutnya.

Ia mengajak untuk tahun depan menjadi penetuan supaya bangsa Indonesia tak jatuh ke kesalahan yang sama.

"Tahun depan adalah penentuan lebih meyakinkan lagi. Kalau dibiarkan kekuasaan hizbuz syaiton menang, setan enggak pernah bisa kompromi," tukas Amien.

"Persaudaran mukmin terus bergerak, kita galang masyarakat. Alangkah bahagianya kalau bulan Mei tahun depan kita punya presiden yang memang harus diganti. Ini konstitusional, ini demokratik, legal, legitimate, absah jangan pernah takut," sambungnya.