Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Manfaat Utang Negara bagi Indonesia

InfoinNews.com - Total utang Indonesia sampai akhir Februari 2018 mencapai Rp4.034,80. Angka tersebut tumbuh 13,46 persen kalau dibandingkan dengan tahun 2017 di periode yang sama.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Scenaider Siahaan menjelaskan bila penarikan utang dialkukan untuk bisa memenuhi kebutuhan yang tak dapat dipenuhi oleh APBN.

Manfaat Utang Negara bagi Indonesia

"Utang ada karena belanjanya ada. Pemerintah nggak pernah berutang tiba-tiba tanpa ada kebutuhan," tegas Scenaider disalin dari laman Detik.

Baca juga: (Diresmikan sejak Januari, Lahan DP 0 Rupiah di Pondok Kelapa masih Tanah)

Adapun pembiayaan dari utang dilakukan lantaran penerimaan ngara lebih kecil jika dibandingkan dengan pendapatan dari perpajakan.

Di dalam APBN 2018 misalnya dirancang sebuah belanja Rp2.220,7 triliun dengan pendapatan Rp1.894,7 triliun.

Kalau diamati, terdapat ruang senilai Rp325,9 triliun. Namun pemerintah berencana untuk membuat utang Rp399,2 triliun, kelebihan Rp65,7 triliun digunakan untuk investasi.

"APBN ada belanjanya kebutuhannya kemudian sumber penerimaannya kalau perpajakannya kurang atau defisitkan ditutup dari utang," pungkasnya.

Baca juga: (Ini Penyebab Besan Jokowi Meninggal Dunia)

Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan dari utang dilakukan agar belanja yang tak dapat ditunda, seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, sampai dengan pembangunan infrastruktur.

Adapun penarikan utang juga dilakukan agar bisa mengembangkan pasar uang lewat penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

"Utang menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan bisa dipakai mengembangkan pasar uang. Menjadi alternatif investasi nagi masyarakat dan mengurangi biaya operasi moneter BI menggunakan SBN," jelasnya.