Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Rupiah Anjlok, Ini Jawaban Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atau Sri Mulyani mengimbau masyarakat tetap tenang di tengah pelemahan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saat ini. Salah satunya karena penguatan nilai tukar dolar AS saat ini mempengaruhi hampir semua mata uang di dunia, bukan hanya Indonesia.

"Kalau kita lihat dua hari terakhir saat penguatan dolar sangat terasa, beberapa negara maju bahkan depresiasi di atas 2 persen," ujarnya, Kamis, 26 April 2018. "Bahkan India melakukan depresiasi lebih besar karena mereka ingin memacu ekspornya."


Seperti diketahui, dalam pekan ini, kurs rupiah sempat menyentuh level 14.000 per dolar AS. Kurs rupiah juga terus bergerak fluktuatif di posisi 13.880-13.900 per dolar AS.

Lebih jauh, Sri Mulyani juga menilai pelemahan rupiah sebetulnya tak sepenuhnya buruk. Sebab, ada dampak positif dari jatuhnya kurs rupiah yang malah memacu kinerja ekspor.

Di lain sisi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo mengingatkan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia untuk segera melakukan langkah antisipasi atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi indikator penting bagi perekonomian nasional, salah satunya akan terjadi peningkatan konsumsi kebutuhan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran," ujar Bambang Soesatyo di gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu, 25 April 2018.

Sebelumnya, analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menuturkan dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah, seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat. "Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaannya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," katanya. te