Dolar Perkasa, Jangan disangka Jokowi Diam, Ini yang dilakukan

shares

Dolar kembali memperlihatkan keperkasaannya hingga membuat rupiah kembali nyaris menyentuh angka Rp 14.000/dolar. Lantas, apa langkah pemerintah?

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan kuatnya nilai tukar mata uang dolar dikarenakan faktor eksternal. Maka dari itu, yang dapat mengatasi penguatan dolar terhadap rupiah adalah Bank Indonesia (BI).


"Kalau kurs, apalagi kalau penyebabnya dari luar, yang harus maju lebih dulu itu BI, bukan pemerintah," katanya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (5/4/2018).

Darmin memaparkan, pengendalian yang dilakukan, yakni dengan menaikkan tingkat suku bunga. Namun hal itu tidak dapat dilakukan sekarang karena mesti menunggu Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilakukan setiap bulan antara tanggal 10 hingga 15.

"Tapi kan sebenarnya BI juga sudah ngomong bahwa mereka kalau perlu akan menaikkan tingkat bunga. Tapi kan dia nggak bisa lakukan sekarang, dia tunggu rapat bulanan dewan gubernur. Kapan itu? Nggak tahu tapi biasanya antara tanggal 10 dan tanggal 15. Jadi tinggal tunggu waktu saja. Biarin saja dulu," ungkapnya.

Sementara itu, beberapa waktu lalu Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan institusinya akan terus mengawasi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ia juga meminta agar tidak perlu khawatir dengan pergerakan nilai tukar rupiah tersebut.

"Kami di BI terus mengawasi itu, dan kami akan membahas ini juga dalam pertemuan RDG, 16-17 Mei. Jadi itu yang kami sampaikan, tapi yang saya mau jelaskan nggak perlu khawatir. BI ada di pasar selalu," pungkasnya. (dna/dna)

Related Posts