Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Ketahuan Jiplak Karya Orang, Viral Afi Nihaya Tulis Teman Didiskriminasi Pasca Bom, Ini Ceritanya!



Afi Nihaya Faradisa sempat viral karena tulisannya yang bijaksana sekaligus mengagumkan itu rupanya hasil contekan.

Sebelum ketahuan mencontek hasil karya orang lain, Afi menjadi anak muda yang menginspirasi.

Ia diundang ke berbagai media televisi.

Bertemu Najwa Shihab, bahkan presiden Jokowi. Ia juga diundang ke Istana Negara untuk menghadiri upacara kemerdekaan RI.

Usai ketahuan, Afi banyak dibully netizen di Facebooknya.

Rupanya ia tak secerdas yang dipikirkan orang-orang.

Perempuan asal Jawa Timur itu pun sempat menghilang bak ditelan bumi.

Walaupun begitu, akun Facebook nya masih aktif hingga kini.

Kabarnya sekarang Afi Nihaya Faradisa sudah berkuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta jurusan Psikologi.

Gadis yang telah memiliki 500 ribu lebih pengikut di Facebook ini masih terus membuat postingan yang membuat banyak warganet berkomentar.

Termasuk postingan kali ini yang menceritakan kisah temannya yang berujung viral.

Postingan Afi Nihaya Faradisa ini juga menyinggung dampak buruk terjadinya teror bom di Surabaya.

Teman Afi Nihaya Faradisa yang bercadar mendapatkan perlakukan diskriminasi yang buruk di tempat umum usai heboh teror bom di Surabaya.

Bagaimana perlakuan burukk yang diterima teman Afi Nihaya Faradisa yang bercadar itu?

Ini kisah selengkapnya!

"Semalam sahabatku yang sehari-hari tidak pernah lepas cadar nge-WA,

Tau nggak Fi, aku diusir dari M*r*t* karena keamanan tokonya takut aku bawa bom".

Jujur, aku tersentak juga karena dia sahabatku. Aku tahu yang dia rasakan; terasing. Dia merasa terdiskriminasi di kotanya sendiri. Mau belanja keluar saja harus menghadapi tatapan paranoid dari orang karena cadarnya.

"Aku kan nggak bawa bom Fi... Kenapa sih gara-gara ulah beberapa orang kemarin akhwat-akhwat semua jadi kena..."

Iya sayang. Aku tahu kamu nggak bawa bom.

Tapi, kamu tahu kan, keputusanmu sendiri untuk bercadar akan selalu hadir sepaket dengan konsekuensinya.

Terlebih toko itu nggak punya SOP dan alat yang memadai untuk pemeriksaan "tingkat tinggi" seperti alat deteksi dan penjinak bahan peledak. Jadi, mereka nggak tahu.

Kita berdua kan belajar psikologi.

Kita tahu bahwa mustahil orang tidak takut melihat "atribut tertentu" setelah peristiwa yang sangat mengerikan beberapa hari terakhir.

Otak manusia selalu membuat asosiasi, dalam hal ini asosiasi antara cadar, celana cingkrang, jenggot, dan jidat hitam dengan potensi adanya teror.

Kita tahu bahwa otak reptil dan otak limbik manusia adalah bagian dari alat untuk survival, perangkat dasar bertahan hidup.

Bersabarlah untuk beberapa waktu ke depan, sayang. Jangan dimasukkan ke hati. Ini bukan berarti mereka "mengasingkanmu".

Jogja dan beberapa wilayah lain sudah siaga 1. Terornya beruntun dan tidak terduga. Ajaib kalau orang nggak was-was sedikitpun.

Kamu nggak mungkin berharap semua orang bisa memahamimu, mau tidak mau kamu yang harus memahami "trauma" mereka.

Sementara yang sabar ya. Untuk keutuhan negara kita.

Selain dia, aku punya beberapa teman yang bercadar.

Mereka mengakui Pancasila, UUD 45, dan NKRI sebagai bangsa yang bentuk pemerintahannya sudah final.

Mereka bercadar semata-mata karena yakin itulah perintah Tuhan yang baik untuk dilaksanakan.

Tulisan ini aku tujukan bukan hanya untuk temanku, tapi untuk semua akhwat-ikhwan yang mungkin merasa di posisi tidak nyaman saat ini.

Much love,
Afi Nihaya Faradisa"

Postingan Afi Nihaya Faradisa ini telah mendapatkan lebih dari 42 ribu likes sejak diunggah 16 Mei 2018.

Warganet juga telah membagikan postingan itu sebanyak 400 kali lebih dan membanjirinya dengan 500 lebih komentar.

Cerita dari teman Afi Nihaya Faradisa ini menimbulkan beragam komentar dari netizen.

"Sabar ya temannya Afi, saya juga ikut prihatin. Semoga semua segera berlalu ya," tulis Irene Tobing

"Suka tidak suka harus siap menerima sgala resiko bukan krn tdk suka tapi karena insting manusia utk survival. Be strong n be wise" tulis Axela Norantha Eoh.

"Dia kl keluar jgn sendirian, kl bs sma temen yg tdk bercadar, spy temenny bs bantu ngejelasin sm org2 yg mencurigai" tulis Yanik Irawati.

"Saya terkedjoet sy pikir afi benci cadar yg merupakan identitas keislaman" tulis Rashy Izazi.

Sumber