Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Utang Kereta Cepat Cair, Nominalnya Bikin Melongo

China Development Bank (CDB) mencairkan kredit tahap pertama sebesar US$ 170 juta atau setara dengan Rp 2,28 triliun untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (HSRCC) Jumat lalu. Apa tahapan selanjutnya?

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan HSRCC akan melakukan percepatan pelaksanaan konstruksi.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/5/2018), Direktur Utama WIKA Tumiyana menyatakan pencairan dana ini menunjukan komitmen CDB dalam membiayai proyek yang masuk dalam PSN tersebut.


Menurut Tumiyana, emiten berkode WIKA itu bertugas mengerjakan struktur, arsitektur, lanskap serta mekanikal dan elektrikal.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 km.

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38%, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25%, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25%, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12%.

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co. Ltd masing-masing memiliki 60% dan 40% saham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

(ang/ang)