Yerusalem Diusik Amerika Serikat, Jokowi Akhirnya Nyatakan Sikap Keras hingga Lakukan ini

shares

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Indonesia mengecam sikap pemerintah Amerika Serikat yang berencana memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurut dia, hal ini melanggar resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Oleh karena itu, saya mendesak dewan keamanan dan majelis umum PBB untuk membahas isu tersebut dan mengambil langkah selanjutnya," kata Jokowi saat membuka konferensi ulama trilateral Afghanistan-Indonesia-Pakistan di Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat, 11 Mei 2018.


Jokowi meminta negara lain tidak mengikuti langkah Amerika itu. Sebab, sikap tersebut bisa mengganggu proses perdamaian dan mengancam kedamaian.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menuturkan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina. "Kami bersama rakyat Indoensia akan berjuang dengan rakyat Palestina dan Palestina akan selalu ada di tiap helaan nafas diplomasi Indonesia," kata Jokowi.

Pemindahan kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem telah diumumkan oleh Presiden Donald Trump ke Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Desember 2017. Mulanya pemindahan ini diperkirakan dilakukan pada 2019 tapi dipercepat menjadi bulan ini.

Langkah Amerika Serikat ini mendapat kecaman dari banyak pihak. Sebab bisa mengganggu proses perdamaian antara Palestina dan Israel yang telah diupayakan sejak lama guna mengakhiri konflik selama 70 tahun.

Di Jakarta, ribuan massa berkumpul di lapangan Tugu Monumen Nasional menyuarakan dukungannya terhadap Palestina. Aksi besar-besaran bela Palestina ini sempat dilakukan pula pada Desember 2017 saat Amerika Serikat pertama kali mengumumkan rencana pemindahan kedutaan besarnya itu.

s

Related Posts