Terminal Bandara Terapung di Semarang yang Bikin Jokowi Kaget

shares

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah kemarin. Dengan peresmian ini, maka Bandara Ahmad Yani memiliki terminal terapung pertama di Indonesia.

Saat peresmian, Jokowi mengaku kaget. Sebab, Bandara Ahmad Yani memiliki desain serta lingkungan yang indah.

Sambil bercanda, Jokowi juga mengatakan, sebenarnya sudah lama ingin mengembangkan Bandara Ahmad Yani. Tapi, Jokowi mesti mengembangkan bandara lain karena tak ingin hanya fokus di Jawa Tengah.


Lantas, kenapa terminal tersebut disebut terapung? Apa saja fasilitas terminal barunya? Berikut ulasannya.
Jokowi mengaku kagum dengan terminal baru Bandara Ahmad Yani. Selain desain bangunan, menurut Jokowi lingkungannya pun indah.

"Di sini saya enggak ngecek tahu-tahu jadi, tahu-tahu kaget. Secara arsitektur, ini bandara apa ya..arsitekturnya bagus, lingkungannya cantik, kelihatan juga arus lalu lintas enak keluar masuknya," kata Jokowi, di lokasi, Kamis (7/8/2018).

Desain terminal baru Ahmad Yani Semarang secara keseluruhan mengadopsi konsep eco-airport karena sebagian bangunan berdiri di atas air. Maka tidak heran jika banyak hiasan atau taman dengan konsep kolam yang asri di bandara ini.

Peresmian dilakukan simbolis dengan penekanan tombol dan penandatanganan prasasti.

Jokowi merasa takjub dengan pengembangan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah. Namun menurutnya masih ada yang kurang, yaitu panjang landas pacu atau runway bandara.

Hal itu diungkapkan Jokowi saat meresmikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

"Secara arsitektur, ini bandara apa ya, arsitekturnya bagus, lingkungannya cantik, kelihatan juga arus lalu lintas enak keluar masuknya. Tapi satu, runway kurang panjang, masih 2.500 (meter) ya? Akhir tahun depan tambah 3.000. Terminal bagus, runway kurang panjang, nanti dirasani lagi," kata Jokowi.

Jokowi juga sempat mengutarakan pengalamannya menggunakan terminal lama yang jauh lebih sempit dari yang baru diresmikannya ini. Dulu, ia sempat meragukan apa benar Bandara Ahmad Yani merupakan bandara internasional.

"Saya masuk sedih, katanya airport internasional, kok seperti ini, berdesakan, maaf, kok kumuh. Bertahun-tahun tidak dibangun, ada apa? Dua tahun lalu saya perintahkan Menteri BUMN apakah tidak bisa dibangun secepatnya airport, Bandara Ahmad Yani," katanya.

Sambil bercanda, Jokowi mengatakan sebenarnya sejak awal menjabat sebagai presiden sudah ingin mengembangkan Bandara Ahmad Yani, namun pembangunan dialihkan ke tempat lain dulu karena khawatir dianggap memprioritaskan Jawa Tengah yang merupakan daerah asalnya.

"Kalau langsung saya bangun, nanti dikira mentang-mentang jadi presiden. Dua tahun lalu baru mulai, targetnya Desember selesai," ujarnya.

Dengan wujud bandara yang sudah bagus itu, Jokowi menitipkan pesan kepada masyarakat Jawa Tengah agar menjaga dan merawat kebersihannya.

"Pembangunan menggunakan konsep ramah lingkungan. Maka saya titip ke pengelola dan penumpang khususnya masyarakat Jawa Tengah agar terminal baru ini kita jaga, karena ini milik kita bersama dan demi kepentingan bersama," ujar Jokowi.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani disebut sebagai terminal bandara terapung pertama di Indonesia. Namun demikian, terminal ini tak terletak di atas sebuah genangan air. Lantas, kenapa terminal ini bisa disebut sebagai terminal terapung?

Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Israwadi menjelaskan terminal ini dibangun di atas sebuah pondasi yang menutupi area rawa yang ada di lokasi. Dengan konstruksi yang dibangun di atas rawa, maka terminal ini disebut masuk dalam kategori terapung.

"Jadi terminal ini memang dibangun di atas rawa dan itu proses konstruksinya kita pasang pile atau pondasi. Dengan maksud pondasi itu akan mengurangi dampak lingkungan dengan mempertahankan sumber air payau di situ. Jadi dibilang terapung artinya dia dibangun di atas pondasi yang ada di atas rawa," katanya saat dihubungi detikFinance, Kamis (7/6/2018).

Konstruksi terminal bandara yang dibangun di atas rawa kata dia sama seperti masjid terapung yang ada di Makassar. Masjid tersebut dibangun di atas sebuah pondasi yang sudah bangun di pinggir pantai, yang membuat masjid tersebut kelihatan seperti terapung di atas air saat air tengah pasang.

"Kira-kira konsepnya sama seperti itu," jelas Israwadi.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani memiliki luas yaitu 58.652 m2 dengan kapasitas 6,9 juta penumpang/tahun. Luas apron yaitu 72.522 m2 dengan 12 parking stand. Untuk area parkir, bisa menampung 1.200 kendaraan dengan total luas 43.633 m2.

Jika sebelumnya di terminal lama para penumpang berdesakan, kini sudah sangat lega dengan public hall yang luas. Check in pun bisa leluasa karena ada 30 check in counter dan juga 4 visa on arrival counter.

Gedung terminal baru terdiri dari 3 lantai yaitu lantai bawah, lantai atas, dan lantai mezzanine. Disiapkan juga fasilitas 2 travelator, 8 eskalator, dan 8 elevator.

Teminal bandara Ahmad Yani Semarang kini juga sudah dilengkapi 3 garbarata untuk memudahkan penumpang keluar masuk pesawat.

Fasilitas umum lainnya yaitu ada toilet bersih yang disiapkan di 11 titik. Tidak ketinggalan ada juga musala, ruang menyusui, serta counter ATM di beberapa lokasi.

Terminal baru Bandara Ahmad Yani Semarang sudah mulai beroperasi sejak hari Rabu (6/7) kemarin. Seluruh aktivitas di terminal lama pindah total ke lokasi baru.

Untuk akses ke terminal baru, maka dari terminal lama di trafic light Kalibanteng belok kiri melewati jalan Arteri Yos Sudarso. Setelah traffic light kedua, maka belok kiri lagi dan jalan lurus maka akan tiba di terminal baru.

"Pada momen mudik Lebaran tahun ini, masyarakat sudah bisa menikmati fasilitas serba modern dan mutakhir di terminal baru. Luas terminal ini hampir 9 kali lipat dari terminal lama," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi. de
Loading...

Related Posts