Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Sutopo: Bangga Bisa Bersama Jenderal Mulyono Asal Boyolali, Mohon Tidak Dipelintir

Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengunggah fotonya bersama KSAD Jenderal Mulyono. Melalui akun @Sutopo_PN di Twitter, pria kelahiran 7 Oktober 1969 itu membanggakan daerah asalnya, Boyolali.

“Bangganya bisa berfoto bareng sama Pak Jenderal Mulyono (KSAD). Sama-sama alumni SMA 1 Boyolali,” ujar Sutopo, Sabtu (3/11).


Menurut Sutopo, dirinya dan Mulyono pernah mengalami masa-masa prihatin di sekolah yang sama. Kini, keduanya juga bergabung dalam Forum Boyolali Indonesia (FBI).

“Dari Boyolali untuk Indonesia dan dunia. Mohon tidak dipelintir,” ujar Sutopo mengakhiri kicaunya dengan emotikon tawa.

Warganet pun langsung bereaksi atas unggahan Sutopo. Kicauan itu sudah di-retweet oleh lebih dari 1.100 pengikut akun @Sutopo_PN dan disukai 2.707 pengguna Twitter.

Warganet mengaitkannya dengan tagar #SaveMukaBoyolali yang menjadi trending topic di Twitter. Sebelumnya #SaveMukaBoyolali menjadi trending setelah Calon Presiden Prabowo Subianto berpidato tentang tampang-tampang Boyolali yang menurutnya tak mungkin diperkenankan memasuki hotel-hotel mewah.

Dalam video pidato Prabowo yang kini viral, calon presiden (capres) dari Koalisi Indonesia Adil Makmur itu bercerita tentang hotel-hotel luks di Jakarta. “Sebut saja hotel mana yang paling mahal di dunia, ada di Jakarta,” ujarnya.

Mantan Danjen Kopassus itu lantas menyebut sejumlah nama hotel. Antara lain Ritz Carlton, Waldorf Astoria dan St Regis.

Menurut Prabowo, banyak orang Indonesia tak akan mampu menginap di hotel-hotel mahal kelas dunia itu. “Saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut,” ujarnya.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang-tampang kalian ya tampang Boyolali ini,” katanya.


JPNN