Entri yang Diunggulkan

Jadi Barang Bukti, Akun Instagram Ahmad Dhani Disita Polisi

Tak Ada Pengusiran, PKL Tanah Abang Sebut Era Anies Lebih Nyaman

Beberapa pedagang kaki lima (PKL) di pasar Tanah Abang mengaku masa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini lebih nyaman. Soalnya, tidak ada lagi penertiban yang dilakukan tanpa kompromi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) seperti dulu. Tapi, rencana pemindahan PKL ke Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau skybridge dipertanyakan.

Salah satu Pedagang di kawasan Blok G Tanah Abang, Fathur, mengaku keadaan pasar lebih aman. Dirinya juga merasa era kepemimpinan gubernur sekarang lebih menguntungkan karena tak khawatir ada Satpol PP datang ke pasar memintanya membereskan dagangannya seperti dulu.


“Justru [sekarang] lebih nyaman. Kalau dulu kita dagang deg-degan mulu,” tutur fatur, saat ditemui di lokasi dagangannya, di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (13/11).

Rohimah, pedagang yang sudah berjualan di kawasan Tanah Abang selama 15 tahun ini mengaku, masa pemerintahan Anies Baswedan lebih berpihak kepada rakyat seperti dirinya.

“Kalau dirasain sekarang saya bilang kalau untuk pedagang bagus Pak Anies,” kata Rohimah.

Dirinya juga mengaku pernah mengalami kerugian lebih dari Rp30 juta karena pengusiran yang dilakukan oleh Satpol PP yang hendak merapikan jalan di era kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi.

“Dulu di sana kan dibongkar enggak ada toleransi. Ini kerugian di sini berapa juta. Kena saya dibongkar enggak diganti rugi lebih dari Rp30 juta rugi uang ibu,” ujar Rohimah sembari mengeluh.

Isah, pedagang di kawasan Blok G menuturkan, dirinya khawatir PKL yang akan dipindahkan ke skybridge keberatan dengan biaya yang harus dibayarkan untuk berdagang di sana.

“Kalau buat pedagang kaki lima itu nebusnya dan biayanya gimana? Mereka kan kadang buat makan aja enggak tahu,” kata Isah.

Sebelumnya, Prasetio Edi Marsudi selaku Ketua DPRD DKI Jakarta meminta kepada Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan untuk segera membenahi kawasan Tanah Abang yang menurutnya kini kembali kumuh.

Prasetio menjelaskan, kawasan Tanah Abang merupakan salah satu ikon Indonesia sehingga penataannya pun harus dilakukan secara serius.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Adi Ariantara mengakui ada banyak aspek yang perlu diperhatikan dalam penataan kawasan Tanah Abang.

Dirinya mengaku selama ini pihaknya terus berupaya untuk menata para pedagang, namun para pedagang tersebut memang selalu meluap ke jalanan maupun trotoar.

Salah satu solusi untuk menata kawasan Tanah Abang sekarang ini yaitu dengan memindahkan para pedagang ke skybridge. Ia menilai pemindahan itu mendapat tanggapan baik dari para pedagang.

Adi menerakngkan, Nantinya akan ada 446 kios yang disediakan bagi para pedagang untuk berjualan di skybridge. Para pedagang itu diharuskan membayar service charge sejumlah Rp500 ribu per bulan untuk biaya kebersihan, keamanan, dan penerangan.

Jrnal